Nugroho Priyo Handono
Akademi Keperawatan Giri Satria Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUSUN KRISAK WETAN SELOGIRI Nugroho Priyo Handono; Sepita Yamadella Saputri
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension is one of the main health problems in every country that is considered serious because we often don't realize its arrival. Hypertension if not treated immediately will cause complications, such as stroke, myocardial infarction, kidney failure, brain damage, seizures, and death. The nonpharmacological measures that can be used to treat hypertension are by soaking the feet of warm water, which is one of the natural therapies that aims to improve blood circulation, reduce edema, increase muscle relaxation, nourish the heart, relax muscles, relieve stress, increase permeability capillaries, so it is very useful for therapy in reducing blood pressure in people with hypertensionPurpose: Gaining real experience and effectiveness of soaking foot warm water to reduce blood pressure in people with hypertension to overcome the problem of high blood pressure.Method: Descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research, with a case study research approach (case study). The population in this study is the residents of Krisak Wetan Hamlet, Selogiri District, Wonogiri Regency who suffer from hypertension. Sample of 3 respondents. The instrument uses standard operational procedures (SOP) and observation sheets.Results: Observations that have been made from all respondents showed that after soaking feet of warm water for 3 days there was a decrease in blood pressure in all respondents. Respondent 1 moderate to mild hypertension with blood pressure 143/81 mmHg. Respondents 2 mild to moderate hypertension with blood pressure 164/83 mmHg. Respondents 3 moderate to mild hypertension with blood pressure 149/88 mmHg.Conclusion: The results of the analysis conducted from all respondents obtained data that after soaking a foot of warm water, all respondents experienced a decrease in blood pressure and a change that is sore on the neck and dizziness reduced. Thus the problem was partly resolved and the intervention continued. Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama setiap negara yang dianggap serius karena kedatangannya seringkali tidak kita sadari. Hipertensi jika tidak segera diatasi akan menyebabkan komplikasi, seperti stroke, infark miokard, gagal ginjal, kerusakan otak, kejang, dan kematian. Adapun tindakan nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi yaitu dengan cara rendam kaki air hangat, yang merupakan salah satu terapi alamiah yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, meningkatkan relaksasi otot, menyehatkan jantung, mengendorkan otot-otot, menghilangkan stres, meningkatkan permeabilitas kapiler, sehingga sangat bermanfaat untuk terapi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensiTujuan : Diperolehnya pengalaman nyata dan efektivitas rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi.Metode : Studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif , dengan pendekatan case study research (studi kasus). Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Dusun Krisak Wetan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang menderita hipertensi. Sampel sebanyak 3 responden. Instrumen menggunakan standar operasional prosedur (SOP) dan lembar observasi.Hasil : Hasil pengamatan yang telah dilakukan dari keseluruhan responden menunjukkan bahwa sesudah dilakukan rendam kaki air hangat selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah pada seluruh responden. Responden 1 hipertensi sedang menjadi ringan dengan tekanan darah 143/81 mmHg. Responden 2 hipertensi berat menjadi sedang dengan tekanan darah 164/83 mmHg. Responden 3 hipertensi sedang menjadi ringan dengan tekanan darah 149/88 mmHg.Kesimpulan : Hasil analisa yang dilakukan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa sesudah dilakukan rendam kaki air hangat , semua responden mengalami penurunan tekanan darah dan perubahan yaitu pegal pada tengkuk dan pusing berkurang. Dengan demikian masalah teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN NYERI DENGAN GUIDED IMAGERY RELAXATION PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Nugroho Priyo Handono; Arviah Sulistyaningsih; Joko Priyatno
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan Cedera kepala masih menjadi masalah yang global, dimaa menjadi penyebab utama kematian dsabilitas pada usia muda . cedera kepala menyebakan respon nyeri pada penderitanya. Nyeri disebabkan karena peningkatan asam laktat dan tekanan intrakranial . Untuk mengatasi nyeri maka dapat dilakukan guided imagery relaxation dengan prosedur yang benar dan tepat , dan prosedur tersebut dapat di dukung dengan peralatan musik yan menghasilkan suara lembut dan menenangkan. Prosedur ini memberikan potensi skala nyeri yang dirasakan penderita dapat berkurang bahkan hilang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas manajemen nyeri dengan guided imagery relaxation pada pasien cedera kepala. Metode penelitian yang digunakan menggunakan jenis penelitian studi kasus (case study). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien cedera kepala di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Kesimpulan penelitian ini adalahSetelah dilakukan tindakan guide imagery relaxation dengan menggunakan musik ,dan membimbing untuk berimajinasi selama kurang lebih 15-30 menit didapatkan bahwa TN.E dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 8 menjadi skala nyeri 6, NY.S dengan cedera kepala sedang dari skala nyeri 9 menjadi skala nyeri 5 , TN.S dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2,NY.B dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2, dan NY.K dari skala nyeri 7 menjadi 3 .Maka terjadi selisih penurunan skala nyeri pada kelima responden yang ada