Puji Khamdani, Puji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan dan Pendidikan Islam Khamdani, Puji
Madaniyah Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan seseorang (pemimpin) untuk dapat merealisasikan tujuan organisasi melalui orang lain dengan cara memberikan motivasi agar orang lain tersebut mau melaksanakannya, dan untuk itu diperlukan adanya keseimbangan antara kebutuhan individu para pelaksana. Seorang pemimpin tentunya harus memahami serta mengerti akan dasar-dasar kepemimpinan untuk dapat menjadi pemimpin, baik dalam lingkup yang kecil, seperti keluarga, pemimpin diskusi, dan lain-lain maupun pemimpin dalam lingkup yang besar seperti pemimpin organisasi, pemimpin agama, pemimpin negara dan sebagainya.  Namun ada beberapa faktor munculnya kepemimpinan: pertama, faktor situasi dan kondisi; kedua, faktor kemampuan; ketiga, faktor keturunan; keempat, faktor pengangkatan; kelima, faktor kepentingan. Pendidikan adalah proses bimbingan, mendidik yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa guna mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian untuk menjadi manusia yang berakhlakul karimah agar dalam kehidupan sehari-hari mendapatkan kebahagiaan, ketenteraman, serta dapat mencerminkan perilaku sesuai syariat Islam yang bersumber pada Al- Quran, Sunnah Rasul dan Ijtihad. Kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk menggerakkan pelaksanaan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian ini sejalan dengan sudut filosofi kepemimpinan yang pada pokoknya menjunjung tinggi asas kemanusiaan (human relationship).
Madrasah sebagai Pilihan Pendidikan Khamdani, Puji
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditempatkan sebagai pendidikan sekolah dalam Sistem Pendidikan Nasional. Munculnya SKB tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi madrasah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. Di samping itu, munculnya SKB tiga menteri tersebut juga dinilai sebagai langkah positif bagi peningkatan mutu madrasah baik dari status, nilai ijazah maupun kurikulumnya. Namun kemudian muncul problematika pada madrasah diantaranya madrasah telah kehilangan akar sejarahnya, artinya keberadaan madrasah bukan merupakan kelanjutan pesantren dan dualisme pemaknaan terhadap madrasah, yaittu sebagai sekolah umum dan pesantren dengan sistem klasikal. Madrasah di era modern telah memunculkan model-model pondok pesantren modern.