Khaerudin ., Khaerudin
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penanaman Pendidikan Aqidah pada Anak Usia Dini ., Khaerudin
Madaniyah Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman Aqidah harus mendapatkan perhatian besar dari para guru. Menanamkan ke dalam jiwa anak tentang ke-Esaan Allah SWT, dan menjauhkan mereka dari perbuatan syirik. Ini dilakukan dengan menunjukkan dalil-dalil logis dan bukti-bukti yang masuk akal bagi anak-anak tentang keberadaan Allah.Pendidikan anak usia dini yang berbasis aqidah bertujuan untuk membentuk anak yang berkepribadian Islam, yaitu memiliki aqidah Islam sebagai landasan ketika berpikir dan bersikap didalam menjalani kehidupan. Anak yang memiliki kepribadian Islam adalah anak yang memiliki kelebihan dalam banyak hal, sehingga mereka bisa dikatakan sebagai anak unggul. Anak unggul adalah anak yang terarah cara berpikir dan bersikapnya berdasarkan aqidah Islam dan memiliki kemampuan serta keterampilan yang bisa ia gunakan untuk kehidupannya sendiri maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Tujuan pendidikan aqidah kepada anak adalah untuk, (1) memperkokoh keyakinan anak bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan pencipta alam, sehingga dia terhindar dari perbutan syirik, (2) agar anak mengetahui hakikat keberadaannya sebagai manusia makhluk Allah, dan (3) mencetak tingkah laku anak menjadi tingkah laku yang Islami yang berakhlaq mulia.
Administrasi, Analisis Butir, dan Kaidah Penulisan Tes ., Khaerudin
Madaniyah Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Test is a measuring tool used to detect the material which has not been well understood by the students. As a barometer, of course, like the "detector" should be able to detect which parts are healthy, and the portions are ill and require intensive treatment.  For the test maker, the analysis is the empirical validity. The item test standard is the item which is equipped with its administration (SK, KD, indicators and number of items), qualitative analysis (the study of items test) up to quantitative analysis. In performing the analysis items, the item writer/maker could analyze qualitatively, in terms of content and form, and quantitative in terms of its statistical characteristics or procedures increases in judgment and procedure improvement empirically. Purpose of study is to assess and examine each item on the matter in order to obtain the grade/the good items before used. In addition, the purpose of items analysis as well to increase the test through revision or dispose of a test that is not effective, and to investigate the diagnostic information on students whether they have / have not understand the material being taught. The good item test is a test that can provide information as precisely as possible in accordance with the purpose of which learners/student can determine which one has or has not mastered/understood the material taught by teacher.
Kualitas Instrumen Tes Hasil Belajar ., Khaerudin
Madaniyah Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu tes hasil belajar sangat ditentukan oleh kualitas item-itemnya. Tes hasil belajar yang berisi item-item yang berkualitas tinggi walaupun dalam jumlah yang sedikit akan jauh lebih berguna dari pada tes hasil belajar yang berisi puluhan item berkualitas rendah yang akan menurunkan fungsi tes dan hasil pengukuran yang menyesatkan.Pengolahan tes hasil belajar dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran dapat di lakukan dengan membuat analisis soal (item analysis).Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengujicobakan instrument yang telah dianalisis secara kualitatif kepada sejumlah siswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrument tersebut. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran serta efektifitas fungsi  pengecoh (distraktor).Adapun manfaat atau kegunaan analisis soal buatan guru menurut Suke Silverius dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, adalah sebagai berikut: 1) Menentukan apakah butir soal berfungsi tepat seperti yang dimaksudkan oleh guru, 2) Umpan balik  bagi siswa mengenai penampilannya dan merupakan dasar untuk diskusi kelas, 3) Umpan balik bagi guru tentang kesulitan belajar siswa, 4) Bidang-bidang kurikulum yang memerlukan perbaikan, 5) Perbaikan butir soal, dan 6) Meningkatkan ketrampilan penulisan soal.Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Teknik Penskoran Tes Obyektif Model Pilihan Ganda ., Khaerudin
Madaniyah Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai suatu institusi pengelola pendidikan senantiasa berurusan dengan program tes. Terutama guru yang biasanya terlibat secara langsung dalam penyusunan tes hasil belajar. Tes buatan guru ini biasanya digunakan untuk ulangan harian, formatif, dan ulangan umum (sumatif). Tes objektif adalah seperangkat tes atau alat ukur yang setiap butirnya menuntut jawaban memilih, yang terdiri dari butir tes bentuk jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan pilihan ganda dalam berbagai variasi. Tes pilihan ganda adalah seperangkat tes yang setiap butirnya menyediakan pilihan jawaban dan salah satu opsinya merupakan jawaban yang benar, sedangkan opsi lainnya berfungsi sebagai distraktor atau pengecoh.Skor menyimpan banyak tentang informasi mengenai kemampuan siswa. Informasi yang didapat dari instrumen tes adalah skor. Skor yang akurat tentunya akan dihasilkan oleh alat ukur yang yang benar. Dalam penskoran ada beberapa tahap dalam mendapatkan skor. Tahap pertama adalah tahap penyusunan tes. Penyusunan alat ukur merupakan bagian penting karena kesalahan dalam penyusunan akan mempengaruhi hasil yang didapat dari pengukuran. Dalam penyusunan alat ukur yang menjadi perhatian adalah tujuan. Setelah alat ukur berupa tes selesai dibuat tahap kedua adalah proses pengerjaan tes oleh siswa. Skor akan diperoleh setelah siswa merespon tes dengan cara memberikan jawaban pada lembar jawaban. Tahap ketiga setelah skor diperoleh adalah mendeteksi informasi dari skor. Ada tiga teknik yang digunakan dalam penskoran yaitu: skor konvensional, skor penalti dan skor konpensasi yang sering digunakan dalam penskoran tes obyektif model pilihan ganda.