Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GOVERNMENT CHIEF INFORMATION OFFICER (GCIO) DALAM PELAYANAN INFORMASI PUBLIK (Studi Deskriptif di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta) Eliyana Pertiwi; Sigit Purnomo
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v2i1.38

Abstract

Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang, menyadari hal tersebut maka pemerintah mengeluarkan UU keterbukaan informasi publik (KIP). Hal tersebut untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih dan berwibawa. Tanggung jawab pelayanan informasi publik diserahkan kepada pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di setiap badan publik. Pada tahun 2016, PPID Dinas Kesehatan telah meraih penghargaan sebagai PPID paling terbuka dari seluruh SKPD pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan memanfaatkan media website, meja informasi dan audio visual. Hal tersebut tidak lepas dari peran GCIO yang memiliki tanggung jawab pada teknologi informasi dan sistem komputer dalam mendukung tujuan bisnis organisasi/perusahaan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Government Chief Information Officer (GCIO) Dinas Kesehatan DIY dalam upaya mewujudkan pelayanan informasi publik yang cepat, tepat dan sederhana pada masyarakat. GCIO memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan informasi publik yang lebih baik. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa peran GCIO belum dilaksanakan secara maksimal karena tenaga kerja yang dimiliki belum mempunyai kemampuan yang memadai dan juga jumlah kurang memenuhi.
ANJANGSANA SEBAGAI STRATEGI MELAKSANAKAN CSR DI PT. TIRTAINVESTAMA AQUA KLATEN Sigit Purnomo
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v1i1.42

Abstract

Dewasa ini kelangsungan hidup sebuah korporat cenderung ditentukan oleh faktor-faktor Profit, People, Planet and Procedure (4P). Sehingga hidup matinya sebuah korporat juga ditentukan oleh adanya hubungan baik antara korporat dengan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Public Relations (PR) PT. Tirtainvestama (PT.TIV) Aqua Klaten dalam melaksanakanprogram Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melakukan Anjangsana untuk mengeliminasi atau meniadakan tindakan demo dengan berbagai persoalan masing-masing elemen masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukanobservasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan dua orang narasumber sebagai subjek penelitian. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa masa krisis yang ditimbulkan oleh berbagai demo di perusahaan ini terkait dengan masalah konservasi, pertanian, air bersih, dan sanitasi lingkungan, perbaikan jalan, perizinan produksi, maupun kepentingan bisnis. Krisis ini dapat diselesaikan atau diredam dengan kegiatan Anjangsana oleh PR perusahaan. Dengan melakukan kegiatan Anjangsana, PR dapat melakukan komunikasi empatik dan prinsip kesetaraan dengan warga masyarakat terdampak. Sehingga dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program-program CSR yang meliputi 6 (enam) program dari 13 (tiga belas) program dapat terlaksana di perusahaan dengan baik. Hal ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, bahwa program-program CSR-nya sangat membantu masyarakat, baiksecara sosial, ekonomi bahkan kelestarian lingkungan alam.