Jana Wati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BEDA KHASUS PENYEBAB PENYAKIT PECAHNYA GEREJA Jana Wati
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2022): Vol, 6 No.2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v6i2.102

Abstract

Artikel ini adalah suatu Pengangkatan judul yang dilatar belakangi oleh keinginan seorang penulis mengetahui apa yang menjadi penyebab “Beda Khasus penyebab Penyakit Pecahnya Gereja”, Berbicara tentang “Khasus Penyebab Penyakit Pecanya Gereja” sudah tidak lazim lagi, karena sudah banyak Khasus perpecahan yang terjadi didalam Gereja. Menggapa hal demikian terjadi? Karena banyak perbedaan - perbedaan yang sudah timbul diantara kalangan parah teolong-teolong atau parah Bapak-bapak Gereja yang ada, sehingah perbedaan tersebut banyak menimbulkan perselisihan-perselisihan yang berujung pada terjadinya perpecahan dalam Gereja, yang saling menghakimi satu dengan yang lain.  Didalam doa Tuhan Yesus Kristus sendiri Ia inggin menyatukan Gereja-Nya, (Yohanis 10:30). Tuhan Yesus Kristus sendiri tidak mengiginkan terjadinya Khasus perpecahan tetapi ia ingin sebagai mana Bapa satu didalam Dia begitu puN juga jemaatnya satu didalam Kristus, menjadi suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Dedominasi-dedominasi yang ada sesugguhnya bukanlah yang menjadi suatu khasus dasar akan menyebabkan pecahnya Gereja yang saling membenarkan atau saling menghakimi. dedominasi yang ada seharusnya menjadi kekayaan untuk menyebar luaskan injil dimuka bumi ini, dedominasi yang ada harus memiliki kesatuan seperti doa Tuhan Yesus Kristus sendiri, yaitu dengan cara saling menerima, melengkapi dan menghargai satu dengan yang lain.Melalui penggangkatan Judul ini, penulis dapat mengetahuai penyebab penyakit pecahnya Gereja dan juga mengerti apa yang menjadi Arti, tugas dan panggilan Gereja. Gereja yang ada seharusnya, harus memiliki polah pengajaran yang hanyah berpusat kepada Kristus saja sehingga tidak menyebabkan pecahnya Gereja, yang saling menghakimi atau saling membenarkan.