Perkembangan teknologi digital mendorong perusahaan skincare memanfaatkan Online Advertising dan Influencer Marketing sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Tingginya persaingan dalam industri skincare menjadikan efektivitas kedua strategi tersebut penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Online Advertising dan Influencer Marketing terhadap keputusan pembelian produk Brand Facetology. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji hubungan sebab akibat antarvariabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 120 responden, yaitu konsumen yang pernah menggunakan produk Facetology, berusia 17–35 tahun atau telah memiliki penghasilan sendiri, serta berdomisili di wilayah Jabodetabek. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Online Advertising berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Brand Facetology. Selain itu, Influencer Marketing juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Brand Facetology. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif strategi Online Advertising dan Influencer Marketing yang diterapkan, semakin tinggi pula keputusan pembelian konsumen terhadap produk Facetology. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus mengoptimalkan kreativitas konten iklan digital serta lebih selektif dalam memilih influencer yang memiliki kredibilitas dan kesesuaian dengan target pasar guna memperkuat loyalitas konsumen dan meningkatkan daya saing perusahaan.