Nur Faizi
Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metodologi Pemikiran Rene Descartes (Rasionalisme) Dan David Hume (Empirisme) Dalam Pendidikan Islam Nur Faizi
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i3.554

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas aliran rasionalisme dan empirisme Rene Descartes dan David Hume, serta metodologi pemikiran kedua tokoh tersebut dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka (Library Research). Sumber data dalam tulisan ini berasal dari buku-buku dan jurnal ilmiah yang membahas tentang rasionalisme dan empirisme Rene Descartes dan David Hume. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam tulisan ini adalah dilakukan dengan cara membaca, menelaah, dan menganalisis berbagai literature yang berkaitan dengan rasionalisme dan empirisme Rene Descartes dan David Hume. Hasil dan pembahasan dalam tulisan ini adalah secara epistemologi terdapat dua paham aliran mengenai ilmu pengetahuan yaitu. rasionalisme meyakini  bahwa rasio merupakan sumber utama dalam mencari kebenaran. Sedangkan empirisme meyakini bahwa hanya pengalaman indrawi yang membawa pengetahuan yang benar. Konsep pemikiran Descartes memiliki hubungan yang erat dengan landasan pokok pendidikan islam. Hal ini dikarenakan penggunaan akal dalam pemikiran Descartes sesuai dengan apa yang diisyaratkan di dalam Al-Qur’an. Sedangkan, pemikiran David Hume bertolak belakang dengan apa yang diajarkan di dalam Islam, dikarenakan pandangan empirisme yang menjadikan indra atau pengalaman sebagai sebuah kebenaran tidak sesuai dengan Islam yang sumber kebenarannya dari Al-Qur’an dan hadist.