Wawan Abdullah
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Refleksi Manajemen, dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Wawan Abdullah; Encep Syarifudin; Eneng Musihah
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2023): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v6i01.1132

Abstract

The purpose of writing as a descriptive description through deductive about the Definition, Scope of Management, and Leadership of Islamic Education. The qualitative research method was chosen in this paper because it is more commonly used by humanities, social, and religious academics. a focus on qualitative research methods, carried out through literature study. The stages of the research were carried out by collecting library sources, both primary and secondary. This study classified data based on research formulas. In the advanced stages, data processing and/or citation of references were carried out to be displayed as research findings, abstracted to obtain complete information, and interpreted to produce knowledge for drawing conclusions. As for the interpretation stage, an analysis or approach is used, for example, philosophical, theological, Sufistic, interpretation, syarah, and others. The management components and functions contained in the verses of the Koran, are Planning (At-Tahthiith), Organizing (At-Tandziim), Implementation (At-Tathbiq) and Evaluation (Al-Isyraf). The scope of educational management is management related to many parties and multidisciplinary knowledge. Namely, management of education and educational staff, student management, curriculum management, financing management, facility and infrastructure management, school management, principal management, and community relations management. In principle, leadership is a decision and is more the result of a process of changing character or internal transformation within a person. In Islam in determining the leader several principles that must be met are Amanah, Fair, Amr Ma'ruf Nahi Munkar and Shura.
Digitalisasi Pesantren Darul Mustafa Lebak Banten Alip Nur Yanto; Wawan Abdullah; Muammar Zulfiqri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2601

Abstract

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Konsep digitalisasi pesantren menjadi relevan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, efisiensi administrasi, dan persiapan santri menghadapi tantangan digital. Salah satu pesantren yang telah mengambil langkah maju dalam transformasi digital adalah Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten. Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten mengadopsi berbagai sistem informasi digital, seperti pendaftaran online, pembayaran bulanan digital, absensi kehadiran, penilaian ujian digital, dan layanan informasi umum melalui Aplikasi SIPOND. Implementasi teknologi ini memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan aksesibilitas pendidikan, efisiensi administrasi, dan kemudahan akses informasi. Selain itu, teknologi ini membantu pesantren dalam mempersiapkan santri menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data untuk mengeksplorasi fenomena digitalisasi pesantren, dengan Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten sebagai studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pesantren memberikan manfaat signifikan, seperti efisiensi dalam proses administrasi, peningkatan akurasi dan keamanan data, dan pemberian umpan balik yang lebih cepat kepada santri. Selain itu, aplikasi teknologi ini juga membantu pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi santri, orang tua, dan staf pesantren. Digitalisasi pesantren adalah langkah penting dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan Islam dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten merupakan contoh inspiratif bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengadopsi teknologi digital untuk mendorong kemajuan dan inovasi dalam pendidikan agama. Diharapkan penerapan sistem informasi digital semacam ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan Islam di Indonesia.