Jamil Abdul Aziz
Universitas PTIQ Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multiple Intelligences dalam Al-Qur’an serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam Aden Aang Umar Alam; Jamil Abdul Aziz; Muhamad Ibtissam Han
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2023): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v6i01.1134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengubah paradigma lama, bahwa sebenarnya kecerdasan itu banyak, multidimensi, ada pada setiap masing-masing manusia yang hidup di bumi ini. Juga bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kecerdasan jamak atau multiple intelligence tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Sumber data terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data berupa dokumentasi. Pendekatan analisisnya menggunakan pendekatan perspektif interpretatif. Sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing bahasan tentang kecerdasan jamak atau multiple intelligence dapat ditemui di dalam Al-Qur’an; kecerdasan matematika-logika ada dalam Q.S Ali-Imran[3]: 190-191, kecerdasan bahasa/linguistik ada dalam Q.S Ar-Rahman[55]: 1-4, kecerdasan interpersonal ada dalam Q.S Al-Hujurat: 13, kecerdasan intrapersonal ada dalam Q.S Al-Isra’[17]: 36, dan kecerdasan naturalis ada dalam Q.S Al-Qashas[28]: 77. Selanjutnya kecerdasan matematika-logika, kecerdasan bahasa/linguistik dan kecerdasan intrapersonal masuk ke dalam ranah fitrah dalam kaitannya dengan pendidikan Islam. Sedangkan kecerdasan interpersonal dan kecerdasan naturalis termasuk kepada akhlak dalam kaitannya dengan pendidikan Islam. Sementara, relevansi antara konsep multiple intelligence dengan pendidikan Islam ialah dapat dilihat dari bagaimana Allah memberikan anugerah kecerdasan kepada para hamba-Nya itu berbagai macam, bukan hanya satu saja. Tujuannya adalah untuk membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam kehidupannya.
Efforts By Islamic Religious Education Teachers To Address Feudal Perceptions In Teacher-Student Relationships At Al-Qur’aniyyah Islamic High School Muhammad Akyas Nabil; Jamil Abdul Aziz
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i2.5366

Abstract

This study examines the efforts of Islamic Religious Education (PAI) teachers in addressing misperceptions of feudalism at SMA IT Al-Qur'aniyyah. The research was motivated by the tendency of some students to perceive teachers as unquestionable authority figures and to interpret respect as absolute obedience, which may hinder active participation in the learning process. The purpose of this study was to identify the forms and causes of feudalistic misperceptions and to analyze the strategies employed by PAI teachers to overcome them. This study used a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA IT Al-Qur'aniyyah. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with PAI teachers serving as the main informants. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that feudalistic misperceptions were influenced by students’ internal factors, family environment, school culture, and inaccurate understanding of Islamic manners (adab). PAI teachers addressed these issues through classroom instruction, character building, dialogical learning, and exemplary behavior. These efforts contributed to positive changes in students’ attitudes, including greater confidence, active participation, and a better understanding of equality and mutual respect in Islam.