Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Improving Critical Thinking Skills in Thematic Learning with the Help of Problem Learning Models Evi Damayanti; Reka Yuliyanti; Mar’atun Najiah; Lukman Nulhakim
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3689

Abstract

The low thinking ability of primary school students today is explained by the fact that teachers tend to use teaching models that are monotonous, boring and teacher-centered. Therefore, it is necessary to apply a model that will promote proper learning and stimulate the active role of students' critical thinking related to thematic learning. One of the correct models of learning is problem-based learning. Referring to this statement, the researcher is interested. Conduct a literature review to increase efforts. Critical thinking skills use a problem-based learning model. Thematic training. The results of this study indicate that the problem-based learning model can be effectively used in thematic educational activities. This model of problem-based learning can improve the process. By studying the nuances of life in the classroom, students will be activated and able to think critically and analytically improve students' thinking skills in thematic learning
PERKEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI INDONESIA DAN PERBEDAAN DENGAN KURIKULUM DI BEBERAPA NEGARA Yuliyanti Yuliyanti; Evi Damayanti; Lukman Nulhakim
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7271

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting baik di negara maju maupun negara berkembang. Bagi negara maju, pendidikan digunakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas hidup warganya. Sedangkan bagi negara berkembang, pendidikan dilakukan sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan mereka di kancah internasional agar dapat sejajar dengan negara maju. Dari sini kita tahu bahwa kurikulum bagi suatu bangsa sangatlah penting, bahkan kurikulum itu sendiri dianggap sebagai ukuran berhasil tidaknya suatu pembelajaran, seperti yang kita ketahui bahwa kurikulum di suatu negara adalah kurikulum Indonesia, Finlandia, Singapura, Malaysia, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Filiina, Laos. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode Pustaka. Penelitian ini mengkaji berbagai sumber kepustakaan berkaitan dengan kurikulum di berbagai negara. Setelah kemerdekaan, kurikulum pendidikan nasional mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013 dan 2020, 2022. Hal yang dapat kita temukan dalam perubahan kurikulum sebagai rumusan kurikulum pendidikan terbaik di Indonesia yaitu kurikulum pendidikan Indonesia harus menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum di Indonesia dan dibeberapa negara memiliki perbedaan, namun perbedaan tersebut merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing negara.Kata Kunci: Kurikulum, Berbagai Negara, Sekolah Dasar
FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME Yuliyanti Yuliyanti; Evi Damayanti; Soleh Hidayat; Ratna Sari Dewi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8011

Abstract

Terdapat beberapa aliran filsafat pendidikan di dalam ranah teori pendidikan yaitu pragmatisme, realisme, idealisme, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas tentang filsafat pendidikan realisme. Namun, kita memiliki falsafah pendidikan nasional kita sendiri, yaitu Pancasila. Kita perlu mempelajari berbagai aliran filsafat pendidikan, tetapi pendidikan yang kita selenggarakan harus tetap berdasarkan Pancasila. Tujuan dari tugas artikel studi literatur ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna filsafat pendidikan realisme, pandangan tentang hakikat pendidikan, hakikat pendidikan, pandangan terhadap peserta didik, pandangan terhadap pendidik, metode pendidikan atau pembelajaran yang tepat serta kurikulum. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh dikumpulkan, dianalisis dan disimpulkan untuk memperoleh kesimpulan mengenai studi literatur. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui catatan dan penelitian terdahulu, berupa buku, laporan ilmiah, jurnal dan berita yang tersebar di media tentang permainan tradisional. Habituasi adalah metode utama bagi penganut Realisme. Peran Pendidik dan Siswa: Pendidik adalah pengelola kegiatan belajar mengajar (kelas berpusat pada guru). Pendidik harus menguasai pengetahuan yang dapat berubah, menguasai keterampilan teknik mengajar dengan kewenangan menuntut prestasi siswa. Sedangkan siswa berperan dalam penguasaan ilmu, taat aturan dan disiplin.Kata kunci: Filsafat, Pendidikan, Realisme