Petrus Belarminus
Poltekkes Kemenkes Kupang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemenuhan Kebutuhan Psikososial (Ketidakberdayaan) pada Pasien Stroke di Ruang Interna Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak Kabupaten Sumba Barat: Fulfillment Of Psychosocial Needs (Empowerment) In Stroke Patients In The Internal Room Of The Waikabubak General Hospital, West Sumba District Bernadete Mone; Uly Agustine; Petrus Belarminus; Shelfi Dwi Retnani Putri Santoso
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v2i1.1294

Abstract

Pendahuluan Stroke merupakan gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen. Ketidakberdayaan disebabkan oleh pengalaman distres dan perubahan emosional seperti frustasi, marah, takut dan cemas. Stroke mempunyai dampak yang mendalam pada kehidupan psikososial seseorang karena terdapatnya perubahan fisik di dalam dirinya sehingga membuat seseorang mengalami ketidakberdayaan. Tujuan Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien stroke dalam pemenuhan kebutuhan psikososial (ketidakberdayaan). Metode kombinasi studi literatur dan studi kasus. Data based yang digunakan adalah google scholar dengan kata kunci mekanisme koping, edukasi positif, ketidakberdayaan, dan stroke. Jumlah pasien 1 responden dalam studi kasus dengan kriteria pasien stroke yang mengalami ketidakmampuan berjalan, tampak gelisah dan merasa tertekan sehingga asuhan keperawatan dan intervensi pertahankan mekanisme koping dan edukasi positif selama 3 hari. Hasil pengkajian didapatkan keluhan pasien tidak mampu berjalan, badan terasa kaku, tampak gelisah, menyatakan rasa malu dan tertekan dan setelah dilakukan asuhan keperawatan hasil evaluasi menunjukan semua masalah teratasi pada hari ke tiga. Kesimpulan  Dari penelitian ini kedua intervensi tersebut dapat dijadikan referensi dan mengatasi ketidakberdayaan pada pasien stroke. Saran Diharapkan agar fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang kompefensif khususnya pada psikososial pasien
Optimalisasi Peran Remaja Melalui Program Remaja Peduli Kesehatan Sebagai Strategi Preventif Bebas TBC Shelfi Dwi Retnani Putri Santoso; Uly Agustine; Petrus Belarminus; Wanto Paju
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v3i1.209

Abstract

TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, dengan jutaan kasus baru dan kematian setiap tahunnya, sehingga perlu upaya berkelanjutan untuk mencegah dan mengobati TBC. Keterlibatan remaja dalam melakukan edukasi pencegahan TBC di masyarakat menjadi salah satu solusi potensial untuk pencegahan dan pengendalian TBC. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah melatih para remaja dalam melakukan pencegahan TBC yang ada di masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga bagian, yaitu perencanaan, pelatihan, dan simulasi lapangan. Sejumlah 12 remaja terpilih ditunjuk sebagai duta TBC di Kelurahan Diratana Kecamatan Loli mengikuti program ini. Kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai TBC, dan keterampilan remaja dalam mengedukasi masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari prosentase selama pre-test pengetahuan yaitu 34% kategori baik, 58% cukup, dan 8% kurang. Dan terjadi peningkatan pengetahuan selama post-test dengan kategori baik menjadi 100%. Disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan  pelatihan. Peran remaja dalam pencegahan TBC diharapkan dioptimalkan dan diterapkan di wilayah Indonesia lain untuk mencapai eliminasi TBC tahun 2030.
The Effect of Health Education through Family Centered Care on the Motivation and Behavior of Tuberculosis Patients in Tuberculosis Recovery Petrus Belarminus; Shelfi Dwi Retnani Putri Santoso; Dessy Natalia Riti
Babali Nursing Research Vol 4 No 4 (2023): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.44304

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that continues to be a global concern and health issues. Based on the findings of the National Riskesdas in 2018, the prevalence was 1,017,290 cases of pulmonary TB, 20,599 cases in NTT, and 1066 TB cases in West Sumba Regency. Family involvement will contribute to better TB case management. This research aims to determine the effect of health education based on family- centered care on the motivation and behavior of Tubercolosis patients in Tubercolosis Recovery in West Sumba Regency. Method: This research is a Quasi experiment with one group pre and post test with control group design. The sampling technique used was consecutive sampling. The total of 40 respondents. Results: Based on the results of the independent t-test statistical test for the pre-test, the motivation value showed a value of p = 0.228, and the post-test showed a value of p = 0.749. The results of the paired t-test statistical test in the treatment group have a value of p = 0.000, in the control group the value of p = 0.011. The statistical results of the Wilcoxon test before and after the intervention in the treatment group were p= 0.000, while in the control group showed p= 0.180. Conclusion: Health education through family-centered care can be used as an approach to boost motivation and Adherence of TB patients in taking their medication. Family support is a significant factor in encouraging patients to comply their TB treatment.
Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Pemberian Makan Tambahan (PMT) Pemulihan bagi Anak Stunting Ririn Widyastuti; Grasiana Florida Boa; Petrus Belarminus; Mariana Ngundju Awang; Wanti Wanti; Irfan Irfan; Juni Gressilda L Sine; Uly Agustine; Maria Mencyana Paty Saghu; Demsa Simbolon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23350

Abstract

ABSTRAK Angka stunting di Indonesia terus menunjukkan penurunan signifikan, dari 27,7% pada tahun 2019 menjadi 19,8% pada tahun 2024, namun masih terdapat kesenjangan antarwilayah dengan prevalensi tinggi di beberapa provinsi. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader posyandu dalam pemenuhan gizi anak, khususnya dalam pengolahan bahan pangan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga. Melalui optimalisasi potensi pangan lokal yang melimpah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan di Indonesia. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi PMT pemulihan bagi anak stunting serta mendukung pemenuhan gizi balita secara mandiri dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stuntingdi tingkat keluarga dan masyarakat. Kegiatan dalam bentuk pelatihan, pendampingan dan lomba kreasi cipta menu bahan pangan lokal untuk anak stunting. Hasil: kegiatan pelatihan dan pendampingan pemberian PMT 90 hari menunjukkan hasil 4 balita berat badan normal, 2 balita berisiko gizi lebih dan 2 balita dengan gizi kurang. 1 Balita dengan penyakit infeksi telah dilakukan rujukan ke RS. Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan bahan pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian orang tua serta kader dalam pembuatan PMT bergizi seimbang bagi anak stunting. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap perbaikan status gizi anak dan percepatan penurunan angka stunting di masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, Pendampingan, Kader, Orangtua, PMT, Bahan Pangan Lokal, Stunting.  ABSTRACT The stunting rate in Indonesia continues to show a significant decline, from 27.7% in 2019 to 19.8% in 2024. However, disparities remain between regions, with high prevalence in several provinces. One contributing factor is the low knowledge and skills of parents and integrated health post (Posyandu) cadres in meeting children's nutritional needs, particularly in processing local food ingredients for supplementary feeding (PMT). Training and mentoring in the use of local food ingredients is an effective strategy to improve these skills while encouraging family food self-sufficiency. By optimizing the abundant potential of local food, this activity is expected to strengthen the role of communities in sustainable stunting prevention and management efforts in Indonesia. Increasing the knowledge and skills of parents and integrated health post (posyandu) cadres in processing local food ingredients into recovery PMT for stunted children and supporting the fulfillment of toddler nutrition independently and sustainably, as well as contributing to reducing the prevalence of stunting at the family and community level. Activities in the form of training, mentoring and competitions to create local food menus for stunted children. 90-day PMT training and mentoring activities showed results for 4 toddlers with normal weight, 2 toddlers at risk of overnutrition, and 2 toddlers with malnutrition. One toddler with an infectious disease was referred to the hospital. Training and mentoring on the use of local food ingredients effectively increases the knowledge, skills, and independence of parents and cadres in preparing nutritionally balanced PMT for stunted children. This activity significantly contributes to improving children's nutritional status and accelerating the reduction of stunting rates in the community. Keywords: Training, Mentoring, Cadres, Parents, PMT, Local Food Ingredients, Stunting.