Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya di jenjang sekolah dasar. Salah satu aplikasi yang digunakan secara luas adalah Duolingo, yang menawarkan latihan bahasa secara mandiri dengan pendekatan interaktif dan bertahap. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Duolingo terhadap kompetensi listening dan speaking siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan sumber-sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi relevan yang membahas pembelajaran Bahasa Inggris, kompetensi listening dan speaking, serta penggunaan Duolingo dalam konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Duolingo berpotensi mendukung pengembangan kompetensi listening melalui paparan audio yang berulang dan terstandar, serta membantu pengembangan kompetensi speaking melalui latihan pengucapan sederhana yang dilakukan secara individual. Selain itu, penerapan unsur gamifikasi dalam Duolingo dapat meningkatkan motivasi siswa dan mendorong latihan yang konsisten di luar pembelajaran formal. Namun, Duolingo memiliki keterbatasan dalam mengembangkan keterampilan berbahasa secara komunikatif, karena latihan yang bersifat individual dan minim interaksi sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa Duolingo tidak dapat diposisikan sebagai media pembelajaran utama, melainkan sebagai aplikasi pendukung yang berfungsi sebagai sarana pengayaan untuk melengkapi pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.