Pendahuluan: COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus korona yang disebut SARS-CoV-2. WHO pertama kali mengetahui virus baru ini pada 31 Desember 2019 kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-COV 2). Berdasarkan Panduan Klinis Tatalaksana COVID-19 pada Anak yang dikeluarkan oleh IDAI, salah satu tatalaksana farmakologi yang diberikan kepada pasien adalah pemberian antiviral, diantaranya Oseltamivir, Favipiravir, dan Remdesivir. Oleh karena itu penting untuk mengetahui pengaruh antara tatalaksana farmakologi (pemberian antivirus) dengan perjalanan klinis (ARDS) pasien anak COVID-19 dari pandangan kedokteran dan Islam. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien anak COVID-19 yang dirawat inap RSPAD Gatot Soebroto selama periode Januari – Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 99 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis yang diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan dari 99 responden, yang terdiri dari responden yang diberi antiviral dan responden yang tidak diberi antiviral yang memiliki saturasi oksigen 95% dan 95%. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan analisis Spearman didapatkan nilai p-value sebesar 0,759 (0.05), maka p-value bernilai lebih besar sehingga dapat dikatakan bahwa H0 diterima yang artinya tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna antara tatalaksana farmakologi dengan perjalanan klinis pasien anak COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto. Kesimpulan: Tidak terdapat adanya hubungan signifikan antara tatalaksana farmakologi dengan perjalanan klinis pasien anak COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto