p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada Masyarakat di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur Jakarta Pusat dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam dwi wisnu prasetyo; Risdawati Djohan; Siti Nur Riani
Junior Medical Journal Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i1.3739

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk vektor Aedes aegypti betina. DBD merupakan penyakit tropis yang biasanya terjadi selama musim hujan dan dapat mempengaruhi berbagai kelompok usia, termasuk remaja dan dewasa. Faktor utama yang berkontribusi terhadap penyebaran DBD adalah air yang menggenang di sekitar, yang menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Dalam ajaran Islam diperintahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit.Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan consecutive sampling. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling yaitu masyarakat RW 03 Kelurahan cempaka putih timur Jakarta Pusat. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Cempaka Timur Jakarta Pusat. Sampel dalam penelitian ini yaitu penduduk Cempaka timur Jakarta pusat. Pada penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data primer. Teknik Pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi Analisis data univariat dan bivariate.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam melakukan PSN. Selain itu, hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku PSN, yang berarti semakin baik pengetahuan seseorang tentang PSN, semakin baik pula perilaku mereka dalam melakukan PSN. Hal ini dapat membantu meningkatkan efektivitas program pemberantasan nyamuk dan mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamu.Simpulan: Mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang PSN, mayoritas masyarakat memiliki perilaku yang baik dalam melakukan PSN, ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku PSN
Hubungan Faktor Individu dengan Kejadian Sick Building Syndrome pada Karyawan PT Wira Sandi Jakarta dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Afif Aziz Firdausy; Risdawati Djohan; Firman Arifandi; Erlina Wijayanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4975

Abstract

Pendahuluan Sick Building Syndrome (SBS) adalah kondisi di mana bangunan industri, kantor, dan rumah berdampak buruk pada kesehatan orang dan menyebabkan berbagai gejala yang dialami oleh karyawan yang bekerja di gedung perkantoran. Gejalanya termasuk iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta kelelahan. Faktor individu seperti gender, usia, masa kerja dan kebiasaan merokok dapat memengaruhi risiko terkena Sick Building Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor individu yang mempengaruhi kejadian Sick Building Syndrom di PT Wira Sandi Jakarta.Metode Penelitian Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Metode yang diambil menggunakan metode probability sampling dengan teknik yang digunakan adalah Stratefied Random Sampling dan pengambilan sampel sebanyak 78 orang. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Hasil Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan gejala SBS (p=0,025), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan gejala SBS (p=0,372), tidak ada hubungan antara masa kerja dengan gejala SBS (p=0,339), ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian Sick Building Syndrom (p=0,029).Kesimpulan Usia dan merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian Sick Building Syndrom di PT Wira Sandi. Maka dari itu karyawan dihimbau untuk merelaksasi otot tubuh dengan berjalan keluar ruangan setiap 1-2 jam untuk mencari udara segar serta menghindari merokok di lingkungan kantor. PT Wira Sandi perlu menyesuaikan jam istirahat dan jam kerja sesuai dengan kondisi usia dan fisik karyawan serta membuat kebijakan merokok di lingkungan kantor