M. Al Qautsar Pratama
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Islam Multikultural Dan Nilainya Dalam Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam M. Al Qautsar Pratama; Toyibafi Sahri Ramadhan
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i2.45704

Abstract

Dalam eksistensi masyarakat terdapat berbagai kelompok atau individu yang memiliki budaya berbeda-beda, begitu pun juga dalam dunia pendidikan, perbedaan dan keanekaragaman tersebut tidak dapat dielakkan. Pendidikan merupakan cara untuk meningkatkan potensi manusia dalam kehidupannya dengan menyesuaikan nilai dan budaya yang ada. Sangat diharapkan dalam pendidikan multikultural untuk dapat menemukan sebuah solusi yang baik dalam setiap permasalahan yang terjadi baik dalam negara atau komunitas. Pendidikan yang ada harus bisa memberi solusi seperti dengan menyusun materi, kurikulum dan juga metode yang dapat membawa masyarakat bisa mengerti berapa pentingnya toleransi dan saling menghormati, hingga mereka bisa hidup bersama dengan damai tanpa memandang perbedaan latar belakang hidup mereka. Pembelajaran sejarah peradaban islam merupakan suatu pendidikan yang dilaksanakan demi menumbuhkan sikap demokrasi, nasionalisme dan kesadaran multikultural. Penulisan artikel ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan multikultural serta menjelaskan penting nya nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sejarah peradaban islam demi membangun pendidikan agama yang baik ditengah masyarakat multikultural. 
The Dynamics of Kalijompo Plantation Workers from 1998-2020 Nurul Fitriyah; M. Al Qautsar Pratama
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v15i1.336

Abstract

Since the period of Dutch Colonial rule, labor work was predominantly carried out by indigenous people, especially those who lacked capital. In plantation areas, laborers became a crucial component of the plantation’s operational structure. Their roles made their presence indispensable to plantation companies. This study examines the socio-economic history of laborers at the Kalijompo Plantation (1998–2020). The method employed is the historical method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings indicate that the dynamics of life among Kalijompo Plantation laborers were influenced by social class divisions within the plantation community, which in turn affected workers’ welfare. The relatively subsistence-level lives of the laborers, marked by a lack of economic surplus, contributed to the emergence of false consciousness, shaped by the hegemony of plantation authorities and prevailing social constructions within the community. Entering the 2000s, these subsistence conditions gave rise to forms of hidden resistance (hidden transcripts), such as land burning, obstruction, and theft within the plantation area. In early 2020, workforce reductions and wage cuts occurred, significantly impacting the laborers’ livelihoods.