F.X. Armada Riyanto
STFT Widya Sasana Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault atas Propaganda Media dalam Membangun Diskursus Politik Martinus Barasa; F.X. Armada Riyanto
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 1 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i1.1785

Abstract

This paper aims to examine Foucault's perspective on power in the media as a political tool. The problem focuses on Foucault's thoughts on the relationship between power and knowledge. Power is often seen as a goal or a way of doing politics. With that power, the ruling party is able to control the knowledge system. The media is often a tool used by political rulers to create public opinion. If that opinion has been accepted by many people, then it can be said that the media succeed and the ruler is able to control many people. In order to approach the problem, Foucault's thoughts on the theory of power are used. Data on Foucault's thoughts are obtained from literature obtained through books and journals. Foucault's theory is then used to analyze the role of the media in people's lives, especially in the political field. This study concludes that the media also determines the political direction of certain communities. This political direction is determined by those who have power over the media. The media also has the power to create mass culture in ways that are considered reasonable. Politics as a discourse is used to control in the form of language spread by the media. In the end, knowledge is no longer neutral but has been controlled by the ruling parties.
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto Gerwin Bernardus Putra; F.X. Armada Riyanto
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1, No 1 (2023): Maret (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v1i1.64948

Abstract

Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politik identitas muncul sebagai respons terhadap perlakuan yang tidak adil dalam pelaksanaan hak asasi manusia dan sebagai upaya kelompok yang terpinggirkan untuk menegakkan hak-hak politik dan kebebasan berkeyakinan mereka. Politik identitas terlihat dalam berbagai usaha, mulai dari penyaluran aspirasi untuk mempengaruhi kebijakan hingga penentuan nasib sendiri berdasarkan identitas.Artikel ini juga menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya politik identitas, seperti ketimpangan ekonomi, kurangnya partisipasi politik, dan kebijakan yang diskriminatif dan eksklusif. Politik identitas memiliki dampak signifikan dalam masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan konflik etnis dan hubungan antar suku bangsa.Melalui metode studi literatur dan analisis kualitatif, penulis menyajikan panorama politik identitas di Kalimantan Barat. Identitas etnik di provinsi ini telah mempengaruhi perubahan administrasi pemerintahan dan pembentukan wilayah kekuasaan berdasarkan kelompok etnik. Konflik antarsuku bangsa, terutama antara suku Dayak, Melayu, Madura, dan Cina, sering terjadi di Kalimantan Barat.Artikel ini juga menyoroti peran agama dalam politik identitas. Agama memiliki pengaruh kuat dalam membentuk identitas manusia dan menjadi faktor penting dalam politik identitas. Sejarah Kalimantan Barat mencerminkan peran agama dalam konflik etnis dan hubungan antarsuku.Kesimpulannya, politik identitas merupakan fenomena yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan dalam masyarakat. Artikel ini memberikan wawasan tentang politik identitas di Kalimantan Barat serta peran agama dalam membentuk identitas dan konflik etnis. Pemahaman yang lebih baik tentang politik identitas dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Indonesia.