Imas Rizky Novitasari
RSJD Dr. Arif Zainudin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL GURU SMA / SMK DI JAWA TENGAH SAAT PANDEMI COVID-19 Putri Megawati; Citra Hanwaring Puri; Maria Rini Indriarti; Adriesti Herdaetha; Setyowati Raharjo; Dedy Ariwidiyanto; Muhammad Arif Wicaksono; Imas Rizky Novitasari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6609

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan, baik aspek kesehatan, perekonomian dan pendidikan. Pada aspek pendidikan menyebabkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara Daring. Kenyataannya pembelajaran Daring memiliki kendala, seperti koneksi internet sulit, Guru sulit mengontrol siswa, siswa tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran, dan tidak semua siswa memiliki alat Daring. Kondisi demikian tentu sangat mempengaruhi kondisi kesehatan mental emosional para guru. Peneliti tertarik untuk mengetahui kesehatan mental guru pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei terhadap 4015 Guru SMA/SMK di wilayah Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan SRQ-20 yang disebar dalam bentuk formulir google. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif dan uji beda. Dari 4.105 responden, terdapat 5% atau 205 responden yang mengalami gangguan. Gejala terbanyak yang dilaporkan adalah mudah lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak enak di perut, tidur tidak nyenyak, dan cemas, tegang atau khawatir. Selain itu ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru PNS dan nonPNS (p<0,005), serta antara guru di sekolah Negeri dan guru di sekolah Swasta (p<0,005). Sementara itu tidak ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru laki-laki dan perempuan (p>0,005), serta antara guru usia 20-39 dan guru usia 40-60 (p>0,005). Sebaiknya dilakukan intervensi psikologis berupa konseling terhadap 205 guru yang mengalami gangguan kesehatan mental emosional dan memperkuat sistem support system di sekolah
KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL GURU SMA / SMK DI JAWA TENGAH SAAT PANDEMI COVID-19 Putri Megawati; Citra Hanwaring Puri; Maria Rini Indriarti; Adriesti Herdaetha; Setyowati Raharjo; Dedy Ariwidiyanto; Muhammad Arif Wicaksono; Imas Rizky Novitasari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6609

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan, baik aspek kesehatan, perekonomian dan pendidikan. Pada aspek pendidikan menyebabkan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara Daring. Kenyataannya pembelajaran Daring memiliki kendala, seperti koneksi internet sulit, Guru sulit mengontrol siswa, siswa tidak bisa fokus mengikuti pembelajaran, dan tidak semua siswa memiliki alat Daring. Kondisi demikian tentu sangat mempengaruhi kondisi kesehatan mental emosional para guru. Peneliti tertarik untuk mengetahui kesehatan mental guru pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei terhadap 4015 Guru SMA/SMK di wilayah Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan SRQ-20 yang disebar dalam bentuk formulir google. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif dan uji beda. Dari 4.105 responden, terdapat 5% atau 205 responden yang mengalami gangguan. Gejala terbanyak yang dilaporkan adalah mudah lelah, sakit kepala, gangguan pencernaan, tidak enak di perut, tidur tidak nyenyak, dan cemas, tegang atau khawatir. Selain itu ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru PNS dan nonPNS (p<0,005), serta antara guru di sekolah Negeri dan guru di sekolah Swasta (p<0,005). Sementara itu tidak ada perbedaan yang signifikan kesehatan mental emosional antara guru laki-laki dan perempuan (p>0,005), serta antara guru usia 20-39 dan guru usia 40-60 (p>0,005). Sebaiknya dilakukan intervensi psikologis berupa konseling terhadap 205 guru yang mengalami gangguan kesehatan mental emosional dan memperkuat sistem support system di sekolah