This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN HIATEN PADA TANAMAN KARET MENGHASILKAN DENGAN TANAMAN JAGUNG Ernita Bukit
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.865

Abstract

Tanaman karet merupakan tanaman tahunan (± 25 tahun) dengan populasi 500-600 pohon per ha. Fase pertumbuhan tanaman karet dibagi dua yaitu tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Populasi tanaman karet mengalami pengurangan setiap tahun akibat serangan penyakit jamur akar putih dan tumbang akibat angin. Areal terbuka akibat tanaman mati di areal TM karet disebut hiaten dan dijumpai pada areal TM umur ≥ 15 tahun. Areal hiaten dapat ditanami jagung sekitar 35-50% per hektar. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi areal hiaten di lahan TM karet tahun tanam 2007 di kebun Percobaan Unit Riset Sungei Putih. Jarak tanam jagung 60 x 20 x 20 cm. Menggunakan varietas Pioneer P32, umur panen ±100 hari setelah tanam (HST). Rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung di areal hiaten TM karet dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya budidaya jagung di areal hiaten adalah Rp. 14.640.000,- per hektar. Biaya tenaga kerja pengolahan lahan sampai panen sebesar Rp. 6.570.000,-. Biaya pembelian bibit, herbisida, pupuk dan perangsang buah sebesar Rp. 8.070.000,-. Jagung dipanen dalam bentuk tongkol basah dan dijual di lapangan. Biaya panen menjadi beban biaya pedagang pengumpul. Produksi jagung di hiaten 7.500 kg, harga jual Rp. 2.800,-/kg. Keuntungan yang diperoleh dari usahatani jagung di areal hiaten TM karet sebesar Rp. 6.360.000,- per hektar dengan nilai R/C 1,43. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani jagung di areal hiaten sangat menguntungkan dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani sebagai tanaman tumpang sari.