Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerjasama Guru dan Orangtua dalam Memperhatikan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Izma Khoiruna; Khairuddin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2188

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa baik kolaborasi orang tua dan guru di SMK Tamansiswa Sukadamai dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI. Rumusan masalah yang menjadi fokus permasalahan yaitu bagaimana peran keterlibatan guru dan orangtua dalam memperhatikan prestasi belajar PAI di SMK Tamansiswa Sukadamai serta bagaimana tingkat keterlibatan ini mempengaruhi prestasi belajar siswa?, apa strategi yang dapat diperaktikkan oleh guru PAI dan sekolah untuk meningkatkan kerjasama dengan orangtua dalam memantau dan mendukung prestasi belajar siswa dalam pelajaran PAI? dan bagaimana persepsi guru PAI dan orangtua terhadap efektivitas kerjasama dalam memperhatikan prestasi belajar PAI di SMK Tamansiswa Sukadamai serta apa faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kerjasama ini?. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dan bersifat kualitatif. Tingkat keterlibatan yang tinggi cenderung meningkatkan hasil belajar, dan data yang diperoleh melalui pengamatan secara aktif dan wawancara dengan orang tua dan guru tentang kinerja pembelajaran PAI berdampak besar pada prestasi belajar siswa. Berbagai strategi dapat diaplikasikan oleh guru PAI dan sekolah, termasuk mengadakan pertemuan rutin, mengirimkan laporan kemajuan siswa secara berkala, dan melibatkan orangtua dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Persepsi guru PAI dan orangtua terhadap efektifitas kerjasama ini sangat positif, namun implementasinya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti komunikasi yang efektif, dukungan administratif dari sekolah, dan keterbukaan orangtua terhadap partisipasi dalam pendidikan anak-anak mereka.
The Role of Majelis Taklim in Improving People's Understanding of Religion: Peran Majelis Taklim dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Asyraful Khairi; Khairuddin
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. General Background: The rapid changes in the modern era have intensified challenges in religious understanding, leaving communities vulnerable to misinterpretations and deviant teachings. Specific Background: In Indonesia, Majelis Taklim functions as an informal Islamic educational forum that plays a vital role in strengthening religious knowledge and fostering community bonds. However, limited research has examined its concrete contributions in rural contexts with specific reference to classical Islamic texts. Knowledge Gap: Previous studies have highlighted the importance of Majelis Taklim in religious education and social development but have not thoroughly investigated the pedagogical methods, contextual challenges, and the depth of its role in shaping community religious understanding. Aims: This study seeks to analyze the role of Majelis Taklim Masjid Raya Al Hafiz in enhancing religious comprehension among the community of Desa Hamparan Perak, focusing on teaching methods, learning outcomes, and encountered obstacles. Results: Findings show that through lectures, dialogue, and kitab kuning–based learning, Majelis Taklim fosters deeper understanding of tauhid, fikih, and tasawuf, while also serving as a forum for spiritual reassurance. Challenges include time constraints, weather conditions, and diverse levels of comprehension. Novelty: This research uniquely integrates classical Islamic texts with contemporary community issues, offering a nuanced perspective on grassroots religious education. Implications: The study underscores Majelis Taklim’s strategic role in cultivating a more religious, harmonious, and resilient society.Highlight : The Majelis Taklim serves as a forum for fostering religious understanding among the community. Teaching focuses on fiqh, tawhid, and tasawuf using classical texts. Challenges include time constraints, weather conditions, and differences in understanding among the congregation. Keywords : Role, Islamic Study Group, Religious Understanding, Community, Village  
Kreativitas Guru Al-Qur’an Hadis dalam Pembelajaran Era Digital di MTs Ali Imron Medan Nurul Afriliani Gajah; Khairuddin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.539

Abstract

Di era digital saat ini, tantangan dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis semakin kompleks, terutama terkait rendahnya minat belajar siswa dan terbatasnya kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru Al-Qur’an Hadis dalam proses pembelajaran di era digital di MTs Ali Imron Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Sumber data penelitian berasal dari informan primer, yaitu kepala sekolah, guru bidang studi Al-Qur’an Hadis, dan bagian Kesiswaan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Al-Qur’an Hadis di MTs Ali Imron Medan telah menunjukkan kreativitas dalam penggunaan teknologi digital seperti aplikasi pembelajaran online, dan video interaktif memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi. Namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kemampuan guru dalam teknologi masih menjadi kendala yang perlu diatasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas guru dalam literasi digital serta dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif di era ini.  Dampaknya, pembelajaran menjadi lebih menarik, partisipatif, dan relevan dengan dunia digital siswa. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas serta rendahnya literasi digital sebagian guru. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan intensif bagi guru dalam pemanfaatan teknologi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif di era digital.