Athanasia O. P. Dewi
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PERUBAHAN SISTEM OTOMASI LIMAS KE INLIS LITE BAGI KINERJA PUSTAKAWAN DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN SEMARANG Rizka Noviana; Athanasia O. P. Dewi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan sistem otomasi LIMAS ke INLIS Lite bagi kinerja pustakawan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang berdasarkan aspek kebermanfaatan dan kemudahan dalam teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan sistem otomasi LIMAS ke INLIS Litebagi kinerja pustakawandi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang terlihat pada pekerjaan pengolahan dan layanan. Pada bagian pengolahan, pekerjaan yang dilakukan menjadi mudah karena pustakawan dapat mengacu pada katalog pusat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) jika terdapat buku dengan identitas yang sama, sehingga pustakawan menjadi lebih terbantu dengan menggunakan INLIS Lite. Performa dan produktivitas pustakawan meningkat karena pekerjaan pengolahan menggunakan INLIS Lite dapat menghasilkan rata-rata sebanyak 90 judul buku, untuk pekerjaan pengolahan menggunakan LIMAS menghasilkan rata-rata 60 judul buku. Sedangkan dampak yang terjadi pada kinerja pustakawan bagian layanan yaitu, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena pekerjaan peminjaman diselesaikan dalam waktu 1 menit dan pengembalian kurang dari 1 menit. Berbeda dengan LIMAS yangmembutuhkan waktu peminjaman 3 menit dan pengembalian 2 menit. Pekerjaan layanan menjadi terbantu karena banyak data yang harus diisi pada pendaftaran anggota, maka data yang didapatkan dari anggota perpustakaan lebih lengkap, hal ini sangat berguna jika anggota tersebut belum mengembalikan buku yang dipinjamnya dalam waktu yang lama. Dengan adanya kelebihan ini, perpustakaan dapat menghubungi data anggota tersebut. Pekerjaan layanan juga dapat dilakukan dengan lebih mudah karena INLIS Lite dapat memberikan fitur informasi mengenai data peminjaman seperti denda dan keterlambatan waktu serta proses pengembalian buku yang hanya dilakukan dengan scan barcode, sehingga pustakawan dapat menghemat waktu dan tenaga dalam bekerja. Kinerja pustakawan menjadi produktif dan efektif. 
EVALUASI JARINGAN INFORMASI KEARSIPAN STATIS DI BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 Ummi Prabaningrum; Athanasia O. P. Dewi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Jaringan Informasi Kearsipan Statis di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah berdasarkan evaluasi HOT-Fit Model. Adapun fokus penelitian ini adalah dengan indikator yang ada pada HOT-Fit Model yaitu Human, Organization, Technology, dan Net Benefit. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan dipilih berdasarkan kriteria yang telah peneliti tentukan sebelumnya dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang diperoleh selama penelitian menunjukan hasil bahwa komponen penting dalam sistem informasi adalah manusia, organisasi, dan teknologi yang terhubung dengan delapan dimensi keberhasilan dari sistem informasi. Delapan dimensi tersebut adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur organisasi, lingkungan organisasi dan Net Benefit. Dalam implementasi Jaringan Informasi Kearsipan Statis menunjukan bahwa kesesuaian dari delapan dimensi keberhasilan sistem informasi tersebut saling berkaitan satu sama lain. Kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan secara bersama-sama mempengaruhi penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Penggunaan sistem mempengaruhi kualitas informasi. Tingkat penggunaan sistem mempengaruhi derajat kepuasan pengguna begitu juga sebaliknya. Struktur organisasi dan lingkungan organisasi mempengaruhi penggunaan sistem. Lingkungan organisasi mempengaruhi struktur organisasi. Penggunaan sistem dan kepuasan pengguna adalah anteseden secara langsung dari Net Benefit. Lingkungan organisasi dan struktur organisasi juga anteseden secara langsung dari Net Benefit, meskipun dalam beberapa dimensi masih terdapat kekurangan.