Lovandri Dwanda Putra
Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan AI dalam Pembelajaran PAI dan Tantangan Guru pada Era Digital di SMA UII Yogyakarta Saukina Salsabila Putri; Lovandri Dwanda Putra; Afifa Ummi Rokhimah; Raisma Dewi Nur Cahyani; Restu Nandayu
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2653

Abstract

The development of the digital era encourages the use of Artificial Intelligence (AI) as an innovation in learning, including in Islamic Religious Education (PAI) subjects, which have distinctive spiritual values. This study aims to analyze the use of AI in PAI learning and identify the challenges faced by teachers in the digital era at SMA UII Yogyakarta. This study used a descriptive qualitative approach with data collection through observation of the learning process, in- depth interviews with PAI teachers, and documentation of digital-based teaching tools. The results show that AI is utilized as a tool in material development, enrichment of learning resources, and learning evaluation, but its use is still limited and has not been systematically integrated into lesson planning. Teachers face challenges such as limited technological literacy, concerns about student dependence on automated systems, and ethical issues in maintaining the authenticity of religious values. Efforts undertaken include technology training, strengthening the role of teachers as primary facilitators, and strengthening religious pedagogical principles in the use of AI. This study concludes that the use of AI in PAI learning has the potential to increase learning effectiveness if balanced with teachers' digital competence and a strong commitment to upholding spiritual values as the main foundation of education.ABSTRAKPerkembangan era digital mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi dalam pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki karakter nilai spiritual yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru pada era digital di SMA UII Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI, dan dokumentasi perangkat ajar berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam penyusunan materi, pengayaan sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran, namun penggunaannya masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi teknologi, kekhawatiran terhadap ketergantungan siswa pada sistem otomatis, serta persoalan etis dalam menjaga otentisitas nilai-nilai keagamaan. Upaya yang dilakukan meliputi pelatihan teknologi, penguatan peran guru sebagai fasilitator utama, serta peneguhan prinsip pedagogik religius dalam penggunaan AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran PAI memiliki potensi meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila diimbangi dengan kompetensi digital guru dan komitmen kuat dalam menjaga nilai spiritual sebagai landasan utama pendidikan.
IMPLEMENTASI GAMIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA N 1 PRAMBANAN SLEMAN Sucining Tiyas; Lovandri Dwanda Putra; Siti Hamidah; Nazwa Widhy Azzurha; Faizah khairah Jihad; Radhita Adystyanindra Purnama
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2642

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) learning often faces challenges with conventional methods that are monotonous, resulting in low student motivation and active participation in class. This study aims to analyze the implementation of gamification in PAI learning and its impact on student learning outcomes at SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. The method used in this research is qualitative descriptive, with data collection techniques through participatory observation and in-depth interviews with teachers and students. The results showed that the application of gamification, which combines digital platforms (such as Quizizz and Kahoot) and non-digital activities, was able to create an interactive, competitive, and joyful learning atmosphere. Students showed increased enthusiasm, activeness in taking notes, and better understanding of the material compared to conventional learning. It is concluded that gamification is an effective strategy to improve the quality of PAI learning processes and outcomes, although its success is still influenced by technical obstacles such as internet network stability and the availability of student devices.ABSTRAKPembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan metode konvensional yang monoton, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan partisipasi aktif siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gamifikasi dalam pembelajaran PAI serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi, yang memadukan platform digital (seperti Quizizz dan Kahoot) serta aktivitas non-digital, mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan (joyful learning). Siswa menunjukkan peningkatan antusiasme, keaktifan dalam mencatat, serta pemahaman materi yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa gamifikasi merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar PAI, meskipun keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kendala teknis seperti stabilitas jaringan internet dan ketersediaan perangkat siswa.