This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Fiona Salsabila
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETIKA ANAKKU “TAK SAMA”: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG PENGALAMAN AYAH MENGASUH ANAK DOWN SYNDROME Fiona Salsabila; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.762 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20140

Abstract

Ayah bertugas mencari nafkah di dalam keluarga yang juga memiliki tugas penting sebagai pelindung dan pemberi kasih sayang (Lamb, 2010). Tugas ayah menjadi semakin kompleks dalam keluarga yang memiliki anak down syndrome karena anak down syndrome  merupakan anak berkebutuhan khusus yang memiliki kebutuhan berbeda dari anak pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai pengalaman ayah dengan anak down syndrome. Subjek dalam penelitian berjumlah empat orang ayah yang diambil berdasarkan karakteristik khusus yang telah ditetapkan. Karakteristik subjek dalam penelitian yaitu laki-laki dengan rentang usia dewasa awal hingga dewasa madya yang telah menjadi ayah dan memiliki anak dengan down syndrome. Teknik yang digunakan dalam pencarian subjek adalah purposive karena merupakan teknik yang didasarkan pada ciri yang dimiliki oleh subjek dan telah dipilih berdasarkan ciri subjek yang sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dilakukan (Herdiansyah, 2012). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu interpretative phenomenological analysis (IPA) yang berfokus pada pengalaman subjek melalui kehidupan pribadinya dengan menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai metode pengumpul data. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu keempat subjek yang dapat melakukan penyesuaian diri melalui berbagai macam proses penyesuaian. Hal tersebut mendorong keempat subjek bisa melakukan peranan ayah dalam keluarga secara optimal dan melakukan persiapan untuk masa depan anak.