Desa Wongko Lakudo memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, salah satunya adalah udang rebon. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan pangan primer dengan nilai jual rendah. Kegiatan ini bertujuan mengolah udang rebon menjadi produk abon udang/ebi (WOLABON) sebagai upaya diversifikasi produk, peningkatan nilai tambah, perpanjangan daya simpan, dan pengembangan produk UMKM berciri khas lokal. Metode pengolahan dilakukan melalui persiapan udang kecil yang telah dijemur hingga kering, penghalusan udang dan kelapa tua, penghalusan bumbu dengan sedikit air, pencampuran seluruh bahan, serta penyangraian hingga diperoleh tekstur abon yang lebih kering dan siap dikemas. Komposisi produk terdiri atas udang rebon, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, lengkuas, sere, lada, kunyit, garam, penguat rasa, dan minyak goreng. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan udang rebon menjadi abon menghasilkan produk yang lebih praktis, memiliki cita rasa khas, dan berpotensi menjadi produk unggulan UMKM Desa Wongko Lakudo, karena bertahan hingga 3 bulan di suhu ruang dan 6 bulan di dalam kulkas. Perbedaan utama dengan abon ikan terletak pada bahan baku dan tahapan pengolahan karena abon udang/ebi menggunakan udang kecil yang telah dikeringkan sejak awal sehingga tidak memerlukan proses pengukusan, pemisahan tulang dan daging, serta penyuwiran seperti pada abon ikan.