Ahmad Riski Musthofa
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Impresi Psikologi Sosial Terhadap Anak Korban Inses Hawa Hidayatul Hikmiyah; Ahmad Riski Musthofa; Amal Zainun Naim
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v5i2.4080

Abstract

Penelitian ini fokus pada dampak psikologis pada korban inses. Inses adalah suatu hubungan seksual yang mana pelakunya adalah keluarga korban sendiri dan secara hukum mereka dilarang untuk menikah. Dampak negatif yang dialami oleh korban sangatlah besar, karena mempengaruhi perkembangan kejiwaan korban tersebut. Maka dari itu terdapat impresi psikologi sosial terhadap anak korban inses. Penelitian empiris normatif ini dilakukan dengan menelaah kejadian di Masyarakat dan membandingkan peristiwa itu dengan kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impresi psikologi sosial korban inses juga akan mengalami trauma berkepanjangan yang nantinya akan menyebabkan korban menjadi tipikal anak yang introvert atau anak yang menarik diri, merasa bersalah pada diri sendiri, rendah diri, tidak mau bersosialisasi dan sering menyendiri. Tidak hanya itu nantinya anak tersebut murung, pendiam, stres, dan depresi berat serta sulit diajak komunikasi. Impresi sosial memiliki tipikal yakni anak akan dikucilkan oleh keluarganya, terdiskriminasi oleh masyarakat, kontruksi sosial mengenai keluarga akan rusak, karena masyarakat mengenal hubungan sedarah merupakan suatu kesatuan, akan tetapi jika terjadi kasus inses, maka statusnya menjadi ganda. Hancurnya elemen keluarga juga dapat dipengaruhi oleh kasus inses, stigma masyarakat terhadap pelaku atau korban inses akan buruk..
Dampak Psikologis Korban Inses: Analisis Terhadap Kualitas Hidup dan Fungsi Sosial dalam Pendekatan Empiris Normatif Hawa Hidayatul Hikmiyah; Ahmad Riski Musthofa; Amal Zainun Naim
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v5i2.4080

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the ways in which psychological impacts can affect the quality of life and social functioning of incest victims, both in the short and long term, through the adoption of a normative empirical approach. Methods – The research methodology employed in this empirical-normative approach entails a systematic and comprehensive process aimed at delving into the multifaceted psychological repercussions experienced by incest victims. The empirical-normative approach, characterized by a meticulous examination of community cases juxtaposed with pertinent legal frameworks, elucidates the profound psychological ramifications endured by victims. Initiating this methodology involves meticulously selecting a diverse array of representative case studies from a community. This selection process may entail collaborative efforts with various stakeholders such as child protection agencies, mental health services, or non-governmental organizations specializing in aiding incest victims, thereby ensuring the identification of pertinent cases. The overarching goal is to gain profound insights into the intricacies of victims’ experiences and the profound psychological impacts they have undergone. Findings – Research findings indicate that individuals subjected to incest commonly endure protracted trauma, precipitating a spectrum of symptoms, encompassing withdrawal, overwhelming guilt, diminished self-worth, impaired socialization, and pervasive social detachment. Furthermore, victims may manifest additional symptoms including mood fluctuations, withdrawal tendencies, heightened stress, profound depression, and challenges in interpersonal communication. Socially, incest survivors frequently confront pervasive stigma and discrimination within the familial and societal spheres, undermining the fundamental constructs of familial bonds and child welfare. Research implications – The theoretical implications derived from these findings underscore the importance of comprehensive and well-coordinated interventions. Such interventions should encompass psychological support, educational initiatives, and robust child-protection measures. Additionally, preventive endeavors targeting heightened public awareness regarding incest and extending support to victims are pivotal in effectively addressing profound psychological repercussions. Originality/value – This research significantly enhances society's comprehension of the intricate nature and pressing urgency surrounding the issue of incest, underscoring the necessity for a multidisciplinary approach to effectively tackle the socio-psychological impact on children victimized by incest.
Peningkatan Pembelajaran TPQ untuk Santri dengan Menggunakan Metode Tartila di Masjid Shobiril Iman Sunan Drajat Pondok Pesantren Hayatul Islam di Desa Roto Zainul Hasan Arif; Wildanus Solihin; Samsul Maulidin Soleh; Muhammad Hisamuddin; Muhammad Zaiul Ikrom; Habibur Rahman; Ahmad Riski Musthofa
Najah: Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Kalam Nusantara Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di laksanakan melalui hasil observasi lapangan bahwa di masjid sunan drajat pondok pesantren hayatul islam sunan drajat yang salah satunya pendidikannya mengutamakan al quran .akan tetapi masih banyak terdapat santri yang kesulitan membaca al quran seperti terbata bata dalam membaca al quran,kesalahan pada makrajul huruf,dan menyebut kan panjang pendek nya maka dari itu kami peserta kkn mengangkat tema yang berjudul penigkatan pembelajaran tpq untuk santri dengan menggunakan metode tartila. Strategi yang digunakan ialah pendekatan ABCD (Aset Based Community Development) yang dilakukan secara kualitatif. Pendekatan tersebut di gunakan untuk menggali pemahaman yang luas dari santri desa khusunya disekitar Masjid Shobiril Iman Sunan Drajat tentang hal-hal yang dilakukan dalam menelusuri dan mengevaluasi data sekunder. Hasil yang dicapai dari program pemberdayaan ini adalah meningkatnya perubahan santri dalam memebaca kitab suci khususnya, mengetehui ilmu agama dan ibadah-ibadah yang lain.