Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kejadian TB Paru Kota Baubau: Factors Associated with the Incidence Rate of Pulmonary TB in Baubau City Nuzul Yustian; LD. Yusman Muriman; Wahyuddin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i9.4125

Abstract

Di Kota Baubau angka kejadian TB paru dapat dikatakan masih cukup tinggi dengan jumlah kasus terdeteksi adalah sebanyak 202 kasus yang tersebar di 17 Puskesmas yang ada di Kota Baubau dengan Puskesmas Wajo sebagai Puskesmas dengan angka kejadian tertinggi yakni 32 kasus. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Angka Kejadian TB Paru Kota Baubau. Penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh programer TB di seluruh Puskesmas di Kota Baubau beserta pendampingnya dan wasor TB yang berada di Dinas Kesehatan Kota Baubau yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian tentang Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Angka Kejadian TB Paru Kota Baubau di Kota Baubau diperoleh Fasilitas Kesehatan dengan nilai p = 0.536 ? ? = 0.05, Layanan Kesehatan dengan nilai p = 0.536 ? ? = 0.05, Peran Petugas Kesehatan dengan nilai p = 0.463 ? ? = 0.05 dan Peran Petugas Lapangan dengan nilai p = 0.034 ? ? = 0.05. Kesimpulan, yaitu tidak ada hubungan antara Fasilitas Kesehatan, Layanan Kesehatan, serta Peran Petugas Kesehatan, dengan Angka Kejadian TB Paru Kota Baubau dengan nilai p ? ? = 0.05, dan ada hubungan antara Peran Petugas Lapangan dengan Angka Kejadian TB Paru Kota Baubau dengan nilai p < ? = 0.05. Saran bagi petugas, walapun peran sebagai petugas sudah dilakukan, ada baiknya jika melakukan peranan sebagai tenaga kesehatan dilakukan secara rutin, agar penyebaran TB dapat ditekan.