Sulistiami
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Hasil Jadi Pewarnaan Ecoprint Kulit Buah Alpukat Menggunakan Mordan Tawas Dan Tunjung Widianti Mafika; Sulistiami
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah produksi buah alpukat dapat menyebabkan pula menyebabkan meningkatnya limbah buah yang dihasilkan diantaranya kulit buah alpukat. Untuk menambah nilai sustainability limbah buah, salah satunya melalui ecoprint. Ecoprint merupakan suatu proses mentransfer bentuk dan warna pada permukaan kain. Penelitian ini bertujuan menguji penguatan penguncian warna dengan menggunakan mordan pembanding yaitu tawas dan tunjung sebagai pada pewarnaan alami yang akan dihasilkan menggunakan kulit buah alpukat. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen, dengan menggunakan sampel sebanyak 50 mahasiswa busana Angkatan 2019 - 2021 Univeritas PGRI Adi Buana Surabaya. Metode pengumpulan data melalui angket, dokumentasi dan observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, Uji asumsi klasik yang meliput uji normalitas, uji linearitas, uji Multikolinearitas, Analisis Regresi Linear Berganda, Uji f simultan  dan uji T. Berdasarkan hasil dari Uji T menggunakan SPSS, mordan tawas tidak memiliki pengaruh terhadap Kulit buah alpukat dikarenakan Taraf   Signifikan dari Tawas terhadap Kulit buah alpukat memiliki nilai 0,485 > 0,05 maka hipotesis tersebut ditolak artinya mordan Mordan tawas tidak memiliki pengaruh berbanding terbalik dengan hasil uji t terhadap kulita buah alpukat menggunakan mordan tunjung yang memliki hasil 0,000 < 0.05, dapat dinyatakan hipotesis tersebut diterima atau dapat diartikan bahwa mordan tunjung memiliki pengaruh terhadap kulit buah alpukat.
Asil Jadi Kebaya Katun Kutubaru Menggunakan Pola Dressmaking Di Surabaya Erlinda Lestari; Sulistiami
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebayak banyak digunakan oleh permpun-perumpuan, tetapi enak dan tidaknya kebayak dipakai tergantung dari kunstruksi yang digunakan dalam pembuataqnya. Pembuatn kebayak kutu baru mengunakqn kontruksi dressmaking yang diambil peneliti dengan pendekantqn diskritif kualitatif, dihatrapkan dapat menjawab hasil dari penelitian ini yang mengambil sampel di PVKK sejumlah 40 orang. Teknik pengambilan datanya dengan mengunaakan angket, dokumentasi dan ekseperrimen lalu didiskripsikan hasilnya ternyata dari 40 responden yang mencentang baik sebayak 37 yang mencentang tidak baik sebayak 3 orang. Berdasarkan ini maka dapat disimpulkan bahwa hasil dari penlitian Hasil Jadi Kebaya Katun Kutubaru Menggunkan Pola Dressmkaing Di Surabaya ternyata baik. Berdasarkan hasil penelitian ini karena hasilnya baik maka disarankan untuk masyarakat sebagai ilmu baru dalam pegetahuan tentang fesyen.
Hasil Jadi Eco Print Daun Jati Menggunakan Kain Katun Dan Kain Rayon Di Desa Pengalangan, Menganti,Gresik Danisa Anjura; Sulistiami
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jati yang seringkali terlihat berserakan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan motif pada busana menggunakan teknik ecoprinting. Penelitian ini diharapkan akan sedikit menyelesaikan masalah kebersihan, dan berdampak baik bagi masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dilakukan di desa Pengalangan kecamatan Menganti, kabupaten Gresik. Setelah menyebar angket kepada seluruh sampel yang telah ditentukan sejumlah 61 orang, hasil yang telah didapatkan adalah 2.126 poin untuk kain katun dan 2.122 poin kain rayon, setelah itu hasil penilitian ini dilanjutkan dengan mengolah data tersebut menggunakan uji T, dari kedua hasil uji T menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil jadi ecoprinting yang dibuat menggunakan kain katun dan menggunakan kain rayon. Untuk mendapatkan hasil tersebut peneliti menggunakan alat bantu penghitungan data yaitu SPSS dan telah melalui dua metode yaitu uji normalitas kolmogrov-smirnov dan uji T, sehingga hasil penelitian bisa lebih valid. Selesainya semua rangkaian penelitian, peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya lebih baik menggunakan Teknik pengukusan dalam pembuatan ecoprint karena memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan memiliki tingkat kecerahan yang lebih maksimal.