Isna Rohma Nia Wati
Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prinsip Kesantunan dalam Naskah Drama Dor Karya Putu Wijaya Isna Rohma Nia Wati; Henricus Supriyanto
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mendeskrispsikan pematuhan prinsip kesantunan dan pelanggaran prinsip kesantunan Leech. Kesantunan berbahasa merupakan aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi antar sesama manusia. Kesantunan berbahasa yang pada haikatnya yaitu etika yang digunakan dalam bersosialisasi antar masyarakat dengan menggunakan pemilihan kata yang baik dan sopan. Terkadang, manusia bisa berkomunikasi dengan baik, tetapi tidak memperhatikan sopan santun dalam berbicara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari naskah drama Dor karya Putu Wijaya. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik baca, teknik catat, dan pengklasifikasian data dengan mengkategorikan jenis data berdasarkan maksim. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan pematuhan enam maksim prinsip kesantunan dan pelanggaran lima maksim dari keenam maksim. Pematuhan prinsip kesantunan inilah yang paling banyak muncul sehingga dapat dikatakan santun. Pematuhan ini terjadi apabila saling mematuhi prinsip kesantunan berbahasa dalam setiap maksim. Adapun pelanggaran ini terjadi yaitu adanya ketidaksesuaian dengan prinsip kesantunan dalam setiap maksim. Simpulan berdasarkan temuan penelitian ini terdapat pematuhan enam maksim yaitu terdapat pada kata yang mengandung tawaran bantuan, merendahkan diri atau tidak sombong, kasihan, dan kagum. Adapun pelanggaran ini terjadi yaitu adanya ketidaksesuaian dengan prinsip kesantunan. Pelanggaran prinsip kesantunan terdapat pada kata yang mengandung penolakan, tidak peduli, tidak sependapat, acuh tak acuh dan mengejek atau mengecam.