Muya Barida
Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Budaya Unggah-Ungguh Generasi Masa Kini Oleh Mahasiwa PPG Prajabatan BK UAD Sebagai Penguatan Aspek Moral Pos Pembinaan Terpadu Remaja Padukuhan Dawung Muzdalifah Amini; Erwida Maharani Putri; Luthfia Zahidah Kurniawati; M. Arif Hakim; Maria Gloria Tri Indriani Slamet; Reza Merdhikawati; Muya Barida; Akhmad Fajar Prasetya
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang nampak saat ini khususnya dalam budaya Jawa unggah-ungguh dinilai mulai luntur. Oleh karena itu diperlukannya usaha untuk melestarikannya kembali budaya unggah-ungguh. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu melalui kegiatan pelatihan. Tujuan dari kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan unggah-ungguh bagi anggota POSBINDU remaja Padukuhan Dawung. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dan didukung dengan observasi secara langsung. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta pelatihan dalam menerapkan budaya unggah-ungguh yaitu sebesar 29,65 yang berada pada tingkat cukup rendah, setelah dilakukan pelatihan skor meningkat menjadi 32,65 yang menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan unggah-ungguh pada peserta kegiatan pelatihan.
Workshop Gerakan Anti Bullying Sebagai Upaya Preventif Dan Pemahaman Dalam Perilaku Bullying Di Panti Asuhan Al-Idris Dimas Eka Perdana; Annisa Nanda Pradani; Eka Anggrayni; Khoirunnisha; M. Afeb Munajib; Mahmudi Fajar; Masykuri Imam Muttaqin; Muya Barida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya (Sejiwa, 2008). Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan yang terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak asuh yang ada di Panti Asuhan Al-Idris, dengan memberikan pemahaman tentang bullying bertujuan agar peserta didik tidak menjadi korban dan pelaku tindakan bullying itu sendiri. Workshop gerakan anti bullying dilaksanakan Minggu, 4 Juni 2023 di panti asuhan Al Idris. Hasil dari workshop memberikan dampak peningkatan pemahaman dengan melihat hasil olah data kuantitatif deskriptif pre test dengan nilai rata-rata 58.13 dan dengan nilai post test menjadi 70.48, hal tersebut mengalami perubahan peningkatan pemahaman tentang bullying selain itu juga perubahan pemahaman dapat dilihat dengan proses diskusi workshop yang dilaksanakan dengan anggota kelompok, kemudian pemateri berinteraksi dengan seluruh subyek secara langsung untuk sharing tentang bullying.
Pelatihan Desain Untuk Sarana Promosi Wisata Kebun Buah Kebonalas Agnes Tri Mitayani; Ana Rizqi R; Steven Adi Dharma; Umi Amaliyah; Umi Nurjanah; Vina Hanita Sari; Ahmad Fajar P; Muya Barida
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kemajuan teknologi banyak memberikan manfaat positif untuk kehidupan sehari- hari. Segala jenis informasi untuk dapat diterima oleh banyak orang di berbagai tempat dengan waktu sesingkat mungkin. Pemanfaatan teknologi yang berkembang pesat, terutama pada aspek ekonomi yaitu usaha dan bisnis, memunculkan persaingan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan promosi sebagai penunjang usaha agar pendapatan dapat bertahan dan meningkat. Tujuan dari kegiatan Proyek Kepemimpinan ini yaitu untuk membantu Desa Kebonalas memasarkan potensi wisata agar menjadi lebih menarik sehingga dapat mendatangkan antusiasme dari orang-orang yang melihat iklannya tertarik untuk berkunjung melalui pelatihan desain. Peserta dari kegiatan ini merupakan warga desa Kebonalas yaitu karang taruna dan kelompok sadar wisata yang memiliki rentan usia 19-35 tahun dan memiliki smartphone Adanya potensi wisata di daerah Kebonalas dirasa perlu diadakannya pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam kegiatan sarana promosi wisata Desa Kebonalas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan. Sedangkan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan menggunakan Paired Samples test. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan tentang konsep digital marketing, sehingga mampu membantu desa dalam mendesain dan memasarkan lokasi wisata yang ada di desanya. Hasil yang diperoleh menunjukan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini, serta hasil pretest dan post test menunjukan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan.