Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Erodibilitas Serta Panjang dan Kemiringan Lereng Pada Das Clangap Mrawu Dengan Aplikasi Arcgis Surya Lesmana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.12934

Abstract

Daerah Aliran Sungai adalah sebuah daerah yang dibatasi oleh igir pegunungan sehingga semua air yang masuk dalam DAS akan menuju ke satu titik outlet di hilirnya. DAS Clangap Mrawu adalah salah satu daerah tangkapan air waduk Mrica, sehingga diperlukan adanya analisa erosi lahan yang terjadi, untuk dapat diperkirakan berapa besar kontribusi produksi sedimen yang terendapkan di waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa parameter yang berpengaruh pada perhitungan erosi yaitu faktor erodibilitas tanah serta panjang dan kemiringan lereng pada DAS Clangap Mrawu menggunakan aplikasi ArcGis. Analisis berat jenis sedimen menunjukkan jenis sedimen tergolong pada tanah lempung organik, dengan berat jenis 2,38 gr/cm3. Pada DAS Clangap Mrawu didapatkan 45,17% luas DAS, memiliki nilai rata-rata erodibilitas tertinggi yaitu 0.69 ton/KJ dan 0,06% luas DAS memiliki nilai rata-rata erodibilitas terendah yaitu 0.21 ton/KJ. Kemiringan lereng didominasi klasifikasi kemiringan lereng agak curam yaitu seluas 35,68% dan kemiringan lereng curam yaitu seluas 34,18%. Nilai tertinggi untuk Panjang dan Kemiringan Lereng adalah 464.111 yang terdapat pada daerah yang curam
Erosi dan Sedimentasi Akibat Perubahan Tata Guna Lahan pada DAS Winongo Menggunakan Metode USLE dan Aplikasi Arcgis (Erosion and Sedimentation Caused by Land Use Changes in The Winongo Watershed Using USLE Method and The ArcGIS Application) Surya Lesmana; Bunsa Jondan Satriawan; Jazaul Ikhsan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Manageme
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Teknisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia (APTKLHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/jppdas.2024.8.2.113-130

Abstract

Erosion is one of the most important things in watershed management, and is influenced by various natural and non-natural factors. Natural factors that affect erosion are: rain, soil type, slope length, and slope gradient. Land use is a non-natural factor that is influenced by various human activities. It is an important factor in calculating erosion that occurs in a watershed. The purpose of this study was to analyze (1) land use changes in the Winongo watershed, (2) erosion rate that occurs due to land use changes in the Winongo watershed, (3) the dynamics erosion classification changes in the Winongo watershed in 2001-2021 and (4) sedimentation that occurs in the Winongo watershed. The results of the study found a change in CP value from 0.61 to 0.65 which means that there was a change in land use in the Winongo watershed. An erosion rate of 22.78 tons/ha/year is classified as light erosion classification. During 2001-2021, areas with moderate, severe, and very severe erosion hazard classifications increased by 0.4% or 983.1 ha. The average of sediment produced in the Winongo watershed is 121,398.69 tons/year.