U.Yuyun Triastuti
AKS Ibu Kartini Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Organoleptik Dan Kimiawi Cookies Tepung Kulit Pisang Dengan Penambahan Kacang Koro (Canavalia Ensiformis L.) Amanda Dian Pramitha; U.Yuyun Triastuti
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies tepung kulit pisang dengan penambahan kacang koro merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan dengan menggunakan bahan lokal. Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis L.) merupakan salah satu kacang-kacangan yang memiliki nilai kandungan serat dan protein yang tinggi, namun potensi kacang koro pedang belum dikembangkan secara optimal karena kacang koro mengandung toksin. Penambahan kacang koro diharapkan dapat meningkatkan nilai kandungan protein, serat dan kalsium. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui karakteristik organoleptik, daya terima masyarakat serta kandungan protein, serat dan kalsium dalam cookies tepung kulit pisang dengan penambahan kacang. Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan, eksperimen, dokumentasi, uji organoleptik dan uji kimiawi. Penelitian menujukkan karakteristik organoleptik yang dimiliki oleh cookies tepung kulit pisang dengan penambahan kacang koro yaitu memiliki rasa yang sedikit pahit atau sepat dan getir, memiliki warna cokelat, memiliki aroma langu yang dihasilkan dari kacang koro, serta memiliki tekstur yang renyah, sedikit keras dan bertekstur. Produk 301 memperoleh hasil tertinggi pada uii hedonik dengan memiiki rerata nilai rasa (3,78), aroma (3,80), tekstur (3,80) dan warna (3,53). Sebanyak 67,5 persen panelis menyukai produk 301. Nilai kandungan gizi pada produk 301 mengandung protein 12,08 persen, serat 33,45 persen, dan kalsium 0,029 persen sedangkan pada produk 401 mengandung protein 14,46 persen, serat 50,80 persen dan kalsium 0,031 persen.