Muhammad Nizar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua “Toxic Parents” bagi Kesehatan Mental Anak Sanggar Bimbingan Kepong Kuala Lumpur Malaysia Nining Kurniati; Sri Rejeki; Muhammad Nizar; Okti Sri Purwanti; Cemy Nur Fitria
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v5i2.11791

Abstract

Orang tua secara naluriah mengalami rasa cinta, perlindungan, dan perlindungan, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Namun, banyak orang tua yang menunjukkan kasih sayang mereka kepada anak-anak mereka dengan berbagai cara yang merugikan anak-anak mereka secara fisik, mental, dan emosional. Dalam hal pengasuhan yang Toxic Parents, itu tidak hanya merujuk pada orang tua yang bertindak buruk, seperti melecehkan anak-anak mereka secara fisik atau verbal. Orang tua yang bertindak dengan cara yang dapat membahayakan kesehatan mental anak mereka juga tunduk pada istilah "Orang Tua Beracun" dalam gaya pengasuhan mereka. Teknik pengasuhan orang tua memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak. Pengasuhan beracun dapat dihasilkan dari pendekatan pengasuhan yang tidak tepat. Perkembangan emosional anak-anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh yang selektif dalam beberapa cara, termasuk pertumbuhan emosional, harga diri yang rendah dan rasa takut yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh mempengaruhi kesehatan mental anak. Di Malaysia 2022–2023 di Sanggar Bimbingan Kepong, Jalan Prima, Kuala Lumpur. Metode korelasi, pendekatan kualitatif berdasarkan korelasi momen produk, digunakan dalam penelitian ini. Temuan ini mengecilkan hati, menunjukkan bahwa pola asuh beracun berdampak buruk pada kesehatan mental anak-anak di Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Terbukti dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh beracun dengan pertumbuhan dan kesehatan mental anak di Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.
Pemanfaatan Kain Flanel sebagai Media Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Mita Adi Pratiwi; Taskia Annafas; Almani Almani; Muhammad Nizar; Bayu Hendro Wicaksono; Dian Artha Kusumaningtyas; Anik Enikmawati; Dady Rosadi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 2, No. 2, Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v2i2.76

Abstract

Tujuan dari kehadiran kami sebagai mahasiswa KKN/KI se-Indonesia ini selama 28 hari di Sanggar Bimbingan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa seluruh Indonesia khususnya seluruh mahasiswa Muhammadiyah yang berada di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan keahliannya atau ilmu yang dimiliki bekerjasama dengan pemilik sanggar bimbingan. SB Subang Mewah Malaysia adalah tempat di mana kita mentransfer semua ilmu yang kita miliki kepada anak-anak di sanggar bimbingan, khususnya pada bidang keterampilan yang dijalankan sejak tanggal 15 Maret 2023 tepatnya pada hari rabu setelah jam istirahat. Pada saat jam istirahat selesai semua mahasiswa KKN/KI yang berada di SB Subang Mewah Malaysia melakukan program kerja masing-masing, salah satunya adalah membuat hiasan dari kain flanel. Kegiatan keterampilan ini dapat menjadikan anak-anak dapat berkreativitas dengan baik untuk menjadikan kain flanel menjadi hiasan. Selama program dilaksanakan tidak ada kendala apapun dalam proses pembuatan hiasan dari kain flanel. Namun, terdapat kendala dari luar, karena anak kelas 1 ingin meminta hiasan yang dibuat oleh anak kelas 3. Untuk mengatasi hal tersebut, kami berusaha memperbanyak hiasan tersebut agar semua anak kelas 1 terutama anak perempuan mendapatkan hasil karya yang dibuat oleh anak kelas 3.
Pengaruh Budaya terhadap Perkembangan Nasionalisme Anak di Sanggar Bimbingan Kepong, Kuala Lumpur Malaysia Upi Murtatiana; Sri Rejeki; Muhammad Nizar; Ida Untari; Ajah Saputra; Ikhwan Fauzi Nasution
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 2, No. 4, Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v2i4.161

Abstract

Budaya adalah cermin dari kebiasaan, cara hidup, dan pola perilaku individu yang dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Budaya ini menjadi identitas khas suatu bangsa, mencerminkan keunikan dan kekayaan warisan budaya. Di sisi lain, nasionalisme adalah pemahaman dan keyakinan tentang negara serta kepentingan warganya, yang mendorong individu untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pertahanan negara. Keterkaitan erat antara budaya dan nasionalisme menjadi semakin penting dalam era globalisasi, di mana teknologi yang canggih dan hubungan internasional yang semakin terbuka memungkinkan arus budaya asing memasuki berbagai komunitas. Penelitian di Sanggar Bimbingan Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Tahun Pelajaran 2022/2023, mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap perkembangan nasionalisme anak-anak di lingkungan sekolah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa budaya memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan nasionalisme anak-anak, memperkuat pemahaman mereka tentang identitas nasional. Selain itu, budaya yang dialami di sekolah juga berpengaruh besar pada perkembangan nasionalisme anak-anak. Dalam konteks globalisasi yang terus berkembang, penting bagi pendidik dan masyarakat untuk memahami peran budaya dalam membentuk nasionalisme anak-anak. Dengan memelihara nilai-nilai budaya yang positif dan menghargai keragaman budaya, kita dapat memperkuat identitas nasional dan meningkatkan rasa cinta pada negara.