Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effect of Total Asset Turnover (TATO), BOPO, Debt to Asset Ratio Through Firm Size as Moderation Variables on Return on Asset (ROA) at PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Nurwan Bayu Setyawan; Paidi W.S; Gos Ishak
Journal of Social Research Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i9.1348

Abstract

The study's primary aim was to examine the influence of total asset turnover (TATO), operating costs on sales (BOPO), debt to asset ratio (DAR), and company size on return on assets (ROA) at PT Pelabuhan Indonesia (Persero) during the period 2015-2021. Quantitative research methods were utilized, and data was directly obtained from the company's financial statements and records for the specified timeframe. Regression analysis, employing moderation variables through the Eviews program, was employed for data analysis. The results indicated that TATO, BOPO, and DAR had a negative impact on ROA at PT Pelabuhan Indonesia (Persero). However, the company size did not significantly moderate the relationship between TATO, BOPO, DAR, and ROA. Additionally, when these factors were collectively considered, their combined effect on the ROA variable was found to be insignificant. In conclusion, the study concluded that specific financial indicators, such as TATO, BOPO, and DAR, adversely affected the company's return on assets, whereas the company size did not play a significant role in moderating these effects. Furthermore, when these factors were analyzed together, their combined impact on the ROA variable was not statistically significant.
The Effect of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, BOPO, and GDP Growth on Return on Assets with Moderation of Firm Size in PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Period 2018-2022 Febriyani Syafitri; Gos Ishak; L.M. Samryn
Journal of Social Research Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i9.1349

Abstract

The objective of this study is to analyze the impact of various financial indicators on the Return on Assets (ROA) at PT Pelabuhan Indonesia (Persero) between 2018 and 2022. The research adopts a quantitative approach and utilizes the Ordinary Least Square (OLS) method, with data processing conducted using Eviews 13. The findings reveal the financial performance of PT Pelindo one year post-merger, indicating that the Debt to Equity Ratio (DER) and ROA have experienced an increase of 0.06% and 20.85%, respectively. On the other hand, the Current Ratio (CR) and BOPO have both decreased, with a decline of 37.25% and 0.18%, respectively. Hypothesis testing results demonstrate that the individual factors, including CR, DER, BOPO, and GDP growth, do not exert a significant influence on ROA. Furthermore, when considered together, their combined impact remains statistically insignificant. Interestingly, the study finds that the Firm Size has a moderating effect, enhancing the influence of CR, DER, BOPO, and GDP Growth on ROA. This suggests that the size of the firm plays a role in strengthening the relationship between these financial ratios and the company's overall profitability. This quantitative research sheds light on the financial dynamics of PT Pelabuhan Indonesia (Persero) following its merger. While specific financial indicators show changes, they do not significantly affect ROA individually or collectively. However, the interaction of Firm Size with the aforementioned ratios demonstrates a noteworthy correlation with ROA, highlighting the importance of considering firm size when analyzing financial performance.
Pengaruh Harga Nikel, PDB, Inflasi, Kurs, FDI Terhadap Harga Saham Perusahaan Tambang Nikel Menggunakan Larangan Ekspor Bijih Nikel Sebagai Moderasi Periode 2009 – 2023 Kristono Sihotang; Gos Ishak
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh harga nikel,PDB, Inflasi, Kurs,FDI terhadap harga saham perusahaan tambang nikel menggunakan larangan ekspor bijih nikel sebagai moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan model regresi data Panel EGLS (Cross-section weights) untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial maupun simultan serta pengaruh interaksi varibel moderasi dengan variabel independen terhadap varibel dependen. Sampel yang diambil adalah perusahaan tambang nikel yang terdaftar di BEI selama periode 2009-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial harga nikel, interaksi PDB dengan larangan ekpor bijih nikel memiliki pengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Sedangkan interaksi kurs tengah dengan larangan ekspor bijih nikel memiliki pengaruh signifikan negatif. Variabel independen lainya seperti PDB, Inflasi, Kurs dan FDI tidak berpengaruh signifikan. F-statistik 143,7439 dengan probabilitas yang sangat kecil (p-value = 0.000000) menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan berpengaruh signifikan. Nilai 0,878625 dengan Adjusted : 0,872512 maka sekumpulan variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 87,25%. Hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh signifikan harga nikel terhadap harga saham perusahaan tambang nikel dapat digunakan oleh pemerintah untuk memperkuat kebijakan hilirisasi, peningkatan market share Indonesia dalam perdagangan nikel internasional serta pengelolaan resiko mengurangi fluktuasi harga nikel. Investor juga dapat memahami bahwa harga nikel merupakan faktor utama yang mempengaruhi harga saham perusahaan tambang nikel dan menggunakan informasi ini untuk strategi investasi mereka. Perusahaan tambang nikel dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan strategi operasional yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan tiga variabel independen yang berbeda yaitu Inflasi, Kurs, FDI serta peiode dan sampel penelitian yang berbeda. Metode analisis adalah regresi data panel Fixed Effect Model cross section weight dengan robust coefficient covariance cross section SUR (PCSE).
Pengaruh Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt To Equity Ratio, dan Firm Size Terhadap Return On Assets Ananda Tiara Maulana; Gos Ishak
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3948

Abstract

Kajian ini berfokus pada CR, TATO, DER, dan Firm Size sebagai faktor yang berkaitan dengan ROA pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama periode 2020-2024, dengan pendekatan kuantitatif dan desain asosiatif eksplanatif. Sampel dipilih melalui purposive sampling sehingga diperoleh 13 perusahaan dengan 65 observasi. Data berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan diolah dengan metode regresi data panel melalui EViews 12. CR dan TATO berkontribusi positif serta signifikan dengan ROA. Sebaliknya, DER berkontribusi negatif dan signifikan dengan ROA. Sementara itu, Firm Size tidak berkontribusi signifikan dengan ROA. Pengujian secara simultan menghasilkan nilai Prob(F-statistic) 0,000001, yang mengindikasikan bahwa seluruh variabel independen secara bersama-sama berkontribusi signifikan dengan ROA. Nilai Adjusted R² sebesar 0,392582 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 39,26% variasi ROA, sedangkan 60,74% lainnya berkaitan dengan faktor-faktor lain.
Pengaruh Earning Per Share, Book Value, Firm Size, dan Harga Referensi CPO Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Harga Saham Muhammad Axel Andra Wicaksono; Gos Ishak
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3949

Abstract

Kajian ini berfokus pada hubungan Earnings per Share (EPS), Book Value per Share (BVPS), dan Firm Size dengan harga saham perusahaan Crude Palm Oil (CPO) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Harga Referensi Crude Palm Oil ditempatkan sebagai variabel moderasi untuk melihat perannya dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antarvariabel. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui analisis data keuangan perusahaan, data harga saham, serta data Harga Referensi CPO yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sampel terdiri atas delapan perusahaan CPO dengan data kuartalan selama periode pengamatan. Analisis dilakukan melalui regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA). EPS berkorelasi positif dan signifikan dengan harga saham. BVPS berkorelasi negatif dan signifikan dengan harga saham, sedangkan Firm Size berkorelasi positif namun tidak signifikan. Secara bersama-sama, variabel independen dan interaksi moderasi Harga Referensi CPO berkorelasi signifikan dengan harga saham perusahaan CPO. Kemampuan model dalam menjelaskan variasi harga saham meningkat setelah memasukkan variabel moderasi, yang tercermin dari kenaikan nilai R² dari 95,03% menjadi 95,75%. Kajian selanjutnya disarankan memperluas jumlah sampel, menambah cakupan sektor berbasis komoditas, serta memasukkan variabel aktivitas agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Pengaruh Return on Assets, Return on Equity, dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham dengan Tingkat Inflasi Sebagai Variabel Moderasi Erza Nurfadiah Rohali; Gos Ishak
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3950

Abstract

Kajian ini berfokus pada analisis korelasi Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham serta menguji peran tingkat inflasi sebagai variabel moderasi pada perusahaan sub-sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Sektor ini dipilih karena karakteristiknya yang padat modal dan sensitivitasnya yang tinggi terhadap fluktuasi ekonomi makro. Pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 13 perusahaan menghasilkan total 65 observasi melalui metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan menggunakan aplikasi EViews 13. Secara parsial, ROA, ROE, dan DER tidak berkontribusi signifikan pada Return Saham. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi signifikan pada return saham dengan nilai probabilitas 0,014860. Analisis MRA membuktikan bahwa inflasi berperan sebagai Quasi Moderator yang mampu meningkatkan daya jelaskan model (Adjusted R-Square) dari 12,90% menjadi 29,76%. Secara parsial dalam uji interaksi, inflasi terbukti signifikan memoderasi pengaruh ROE terhadap Return Saham (p=0,0026), namun tidak mampu memoderasi pengaruh ROA dan DER. Temuan ini mendukung teori pasar efisien bentuk setengah kuat, di mana investor cenderung merespons informasi kinerja keuangan secara kolektif dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi.