Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Keuangan Digital untuk Siswa Kelas 11 Double Track (Tata Boga) di SMAN 1 Kapongan Situbondo Nanda Widaninggar; Dio Bagus Andriawan; Ratna Amalia; Endang Sulistiowarni
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 2 (2026): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i2.6602

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mengatasi rendahnya kemampuan siswa tata boga SMAN 1 Kapongan dalam memahami literasi keuangan dan dasar-dasar kewirausahaan di era bisnis digital. Penyelenggara pengabdian memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman digital finansial dan keterampilan berwirausaha siswa melalui pelatihan edukatif. Tim pelaksana pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) dalam kegiatan pelatihan intensif selama satu hari. Pelatihan ini mencakup pengujian awal (pre-test), penyampaian materi, perancangan proposal usaha, pengujian akhir (post-test) dalam satu rangkaian sesi, serta praktik pembuatan makanan yang dikombinasikan dengan simulasi pencatatan transaksi digital menggunakan aplikasi BukuKas. Pelatihan ini memberikan dampak peningkatan signifikan pada skor literasi keuangan dan kewirausahaan siswa dari angka 58,4 menjadi 82,7. Sebanyak 78% peserta pelatihan menunjukkan ketepatan dalam mencatat transaksi secara digital setelah pelaksanaan pelatihan. Sebanyak 83,3% kelompok siswa mampu menyusun rancangan bisnis yang baik pada akhir sesi pelatihan. Pelatihan ini memicu kenaikan minat berwirausaha siswa hingga mencapai 86%. Pelatihan juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam aspek keuangan hingga mencapai 70%. Pelatihan ini mendorong inovasi dalam produk dan desain kemasan siswa selama praktik kewirausahaan berlangsung. Strategi pemasaran digital dan perencanaan penjualan masih memerlukan peningkatan dan kajian lanjutan karena siswa memiliki keterbatasan waktu dalam menjalankan usaha akibat rutinitas sekolah. Tim pelaksana merekomendasikan pelaksanaan pelatihan lanjutan, integrasi materi ke dalam kurikulum sekolah, dan penyediaan akses terhadap aplikasi fintech edukatif untuk memperluas dampak kegiatan pengabdian secara berkelanjutan.