Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada Santri dan Santriwati Remaja di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara Aulia Rahmah; Meti Agustini; Darmayanti Darmayanti; Mardha Raya
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1012

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak ke dewasa yang memerlukan perhatian khusus untuk pencarian identitas diri, eksplorasi, dan eksperimentasi berbagai peran sosialnya. Masa remaja merupakan salah satu masa yang rentan terhadap kejadian stres. Stres merupakan perasaan ketidaksesuaian individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Kondisi stres ini juga bisa dirasakan oleh remaja yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren atau yang disebut dengan santri. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stres baik itu faktor internal maupun eksternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat stres pada santri dan santriwati remaja di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara. Metode: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah santri dan santriwati remaja yang berusia 15-20 tahun berjumlah 218 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dan dianalisis menggunakan spearman rank. Hasil: Penelitian ini diperoleh nilai p-value pada masing-masing variabel adalah <0,05 dengan kesimpulan faktor yang berhubungan dengan tingkat stres adalah kepribadian, stres akademik, lingkungan, dan support system. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada santri dan santriwati perlu menjadi perhatian khusus bagi pihak pengelola Pondok Pesantren ke depannya.
Hubungan Antara Perilaku Bullying dengan Body Image pada Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin Muhammad Amin; Muhammad Syafwani; Mardha Raya; Meti Agustini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21289

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. WHO stated in 2020 that adolescents aged 10 to 19 years experience physical, emotional, social, and mental health changes due to exposure to poverty, harassment, and bullying behavior. Indonesia is ranked 4th highest in bullying problems. In adolescents who experience bullying, it occurs in their body image, various acts of bullying experienced can be captured as feedback related to physical appearance. The purpose of this study was to determine the Relationship Between Bullying Behavior and Body Image in Female Students at Muhammadiyah 1 Banjarmasin Vocational High School (SMK). This research method is Quantitative Correlational conducted in April 2025. Data was taken using a Likert scale questionnaire instrument for Bullying Behavior and Body Image with Spearman Rank correlation analysis. The sample in this study was 49 female students of Muhammadiyah 1 Banjarmasin Vocational High School (SMK) with the Systematic Total Sampling technique. The results of the study are the strength of the relationship between the Bullying Behavior variable and Body Image with a correlation value of 0.315 with a significant value of 0.028. The significance value is lower than the significance level 0.05, which means that there is a relationship between Bullying Behavior and Body Image in female students. It is hoped that the nursing profession, especially the psychiatric ward, can provide education about mental health, especially regarding Bullying Behavior and Body Image.  Keywords: Adolescents, High School Students, Bullying Behavior, Body Image  ABSTRAK Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa. WHO menyatakan pada tahun 2020 bahwa remaja berusia 10 hingga 19 tahun mengalami perubahan fisik, emosional, sosial, dan kesehatan mental karena terpapar kemiskinan, pelecehan, dan perilaku bullying. Indonesia di peringkat ke-4 tertinggi dalam permasalahan bullying.Pada remaja yang mengalami bullying terjadi pada body imagenya, bermacam - macam tindakan bullying yang dialami dapat ditangkap sebagai feedback terkait penampilan fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Perilaku Bullying Dengan Body Image Pada Siswi Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah Kuantitatif Korelasional dilakukan pada bulan April 2025. Data diambil menggunakan instrument kuesioner skala likert Perilaku Bullying dan Body Image dengan analisis korelasi Spearman Rank. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin dengan teknik Systematic Total Sampling. Hasil dari penelitian adalah kekuatan hubungan antara variabel Perilaku Bullying dengan Body Image dengan nilai korelasi yaitu sebesar 0,315 dengan nilai signifikan 0,028. Nilai signifakan tersebut lebih rendah dari taraf signifakn  0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Perilaku Bullyingdengan Body Image pada siswi. Diharapkan untuk profesi keperawatan khususnya stase kejiwaan, dapat memberikan edukasi tentang kesehatan mental khususnya perihal Perilaku Bulying dan Body Image. Kata Kunci: Remaja, Siswi Sekolah Menengah, Perilaku Bullying, Body Image