Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Blended Learning pada Pembelajaran Seni Rupa 3 Dimensi Kelas XI di SMA Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon Agis Ahmad Rodiansjah; Dwi Wahyuni Kurniawati
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1020

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran seni rupa yang dilakukan secara blended learning di masa pandemi covid-19 tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Dari hal tersebut dirasa perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan belajar mengajar, hasil karya siswa dan evaluasi karya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui penerapan metode blended learning seni budaya pada materi seni rupa 3 dimensi kelas XI di SMA N 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon; (2) menganalisis hasil karya seni rupa 3 dimensi kelas XI di SMA N 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon; (3) mengetahui proses evaluasi seni rupa 3 dimensi kelas 11 di SMA N 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon pada pelaksanaan pembelajaran blended learning. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk membahas fenomena di lapangan dengan empat tahapan berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Subjek penelitian adalah kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 6 berdasarkan teknik purposive sampling sebagai sasaran implementasi blended learning dengan jumlah 71 siswa. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pelaksanaan blended learning pada pembelajaran seni rupa 3 dimensi kelas XI di SMA N 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon secara umum sudah tercapai berdasarkan pembagian jumlah presensi siswa yaitu 50% tatap muka dan 50% daring, namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan silabus dan RPP; (2) Hasil karya seni rupa 3 dimensi dengan memodifikasi objek kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 6 secara keseluruhan telah memenuhi target guru, namun bagi peneliti masih kurang memuaskan berdasarkan aspek unsur visual, prinsip desain dan kreativitas; (3) Hasil evaluasi karya seni rupa 3 dimensi dengan memodifikasi objek telah memenuhi target bagi guru berdasarkan nilai rata-rata seluruh siswa siswa di atas KKM yaitu nilai rata-rata kelas XI MIPA 3 85.89 dan XI MIPA 6 85.6, namun dalam penilaian dan pengkriteriaan skor yang dilakukan oleh guru dirasa kurang spesifik sehingga pemberian nilai yang diberikan terlihat belum objektif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil temuan penelitian dan analisis data yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan blended learning pada pembelajaran seni rupa 3 dimensi kelas XI di SMA Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon secara umum sudah tercapai berdasarkan pembagian jumlah nomor presensi siswa yaitu 50% tatap muka dan 50% daring.
PEMBELAJARAN SENI KALIGRAFI PADA SISWA KELAS IV DI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH BAITUL ‘ILMI SUROWITI KABUPATEN GRESIK Alifia Rembulan Rahma Firdausi; Dwi Wahyuni Kurniawati
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 12 No 2 (2023): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan Arab merupakan salah satu jenis seni kaligrafi yang dapat berupa firman Allah SWT, sabda Rasululloh SAW, maupun kalam/maqolah ulama. Seni kaligrafi merupakan warisan seni Islam yang dihargai sepanjang zaman. Seni Islam seperti ini seharusnya dikenalkan pada anak-anak mulai dari kecil, sehingga anak mampu mengenali dan memahami karya kaligrafi dengan baik. Saat ini banyak peserta didik yang sangat lancar membaca tulisan Arab tapi masih kesulitan dalam menulis Arab. Penelitian ini didasari oleh rasa keingintahuan peneliti terhadap pelaksanaan pembelajaran kaligrafi yang ada di lembaga pendidikan MDTA Baitul 'Ilmi Surowiti. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kaligrafi menghasilkan beberapa karya yang tergolong menjadi empat, 23,5% atau 4 peserta didik dengan kategori sangat baik, 29,4% atau 5 peserta didik dengan kategori baik, 47,1% atau 8 peserta didik dengan kategori cukup. Adapun faktor pendukung pembelajaran adalah sarana dan prasarana yang memadai, semangat siswa dan guru, serta dukungan dari wali murid pada kegiatan sekolah. Adapun faktor-faktor penghambat yakni kedisiplinan siswa dan keadaan orang tua. Saran kepada pihak sekolah, menjalin hubungan baik dengan wali murid, sehingga memudahkan wali murid memberi keyakinan penuh pada peserta didik, agar pembelajaran berjalan dengan lancar.