Alya Chandrika
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Makna Keberfungsian Keluarga Ditinjau dari Perspektif Jenis Kelamin, Urutan Kelahiran, dan Status dalam Keluarga Chintia Viranda; Alya Chandrika; Siti Tiyan Makiyatul Karimah
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i07.495

Abstract

Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Penelitian ini menggunakan enam dimensi keberfungsian keluarga yaitu: pemecahan masalah, komunikasi, peran, kemampuan untuk bereaksi, keterlibatan afektif, dan kontrol perilaku. Setiap orang tentu berbeda memaknai keberfungsian keluarga, begitu pun halnya dengan ayah, ibu dan anak, sulung, tengah, bungsu, dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan seseorang memaknai keberfungsian keluarga apabila ditinjau dari perspektif jenis kelamin, urutan kelahiran, dan status dalam keluarga. Hal ini dapat menjadi penting karena dengan mengetahui makna keberfungsian keluarga dalam kelompok masyarakat dapat menjadi informasi untuk mencari solusi untuk memperkuat ketahanan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan berjumlah 108 yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, pengumpulan data menggunakan teknik random sampling dengan pengumpulan data menggunakan skala likert yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil dari penelitian ini, didapati bahwa terdapat perbedaan dalam memberi makna keberfungsian keluarga ditinjau dari perspektif jenis kelamin, urutan kelahiran dan status dalam keluarga
Sleep hygiene sebagai moderator dalam hubungan antara psychological distress dan sleep quality Alya Chandrika; Devie Yundianto
Cognicia Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v14i1.43940

Abstract

This study aims to analyze the effect of psychological distress on sleep quality among workers and to examine the role of sleep hygiene as a moderating variable. The approach used is a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample involved 162 workers in the Jakarta, Bogor, Depok, and Tangerang areas, selected using convenience sampling. Variable measurements were conducted using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Sleep Hygiene Practice Scale (SHPS), and Kessler Psychological Distress Scale (K10). Data analysis included partial t-tests to identify relationships between variables and interaction tests to assess moderating effects. The study results indicate that psychological distress has a negative and significant effect on sleep quality (β = 0.392; p < 0.05). This means that the higher the level of psychological distress, the lower the individual’s sleep quality. In addition, sleep hygiene was also found to have a positive and significant effect on sleep quality, but it did not act as a moderator in the relationship between psychological distress and sleep quality. These findings confirm that the implementation of healthy sleep practices can help improve sleep quality, but cannot completely mitigate the negative impact of psychological distress on sleep quality.