Tara Mustikaning Palupi
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN MATERI READING SKILLS UNTUK GURU SD DI KAMPUNG INGGRIS KABUPATEN AGAM Tara Mustikaning Palupi; Ilza Mayuni; Ahmad Yazid Noval
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16877

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi masyarakat Indonesia menyita perhatian publik karena berimplikasi kepada tantangan kualitas pendidikan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan global. Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat untuk menghadapi tantangan global adalah dengan membangun Kampung Inggris di lima Nagari (Kelurahan) pada tahun 2022. Pilot project ini dibangun di Nagari yang memiliki potensi wisata dalam rangka menyiapkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendukung program pariwisata daerah. Pelatihan ini merupakan salah satu wujud dari program kemitraan tahun kedua antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Universitas Negeri Jakarta. Secara khusus pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dalam menyusun materi ajar membaca teks-teks berbahasa Inggris. Program diikuti oleh 20 guru Sekolah Dasar di sekitar Kampung Inggris selama tiga hari penuh secara tatap muka, pada 16 – 18 Juni 2023, dan melibatkan tiga dosen dan tiga mahasiswa. Dengan kemampuan membaca dan mengembangkan materi diharapkan akan membantu guru mendukung program Kampung Inggris sekaligus menyiapkan siswa SD menjadi warga belajar yang mampu berinteraksi dalam Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Hasil angket dan refleksi akhir program menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan guru dalam meningkatkan kemampuannya mengembangkan materi reading skills untuk pembelajaran siswa SD.Abstract: The low literacy of the Indonesian people has attracted public attention because it has implications for challenges to the quality of education and people's ability to face global competition. One of the efforts of the West Sumatra Agam Regency Government to face global challenges is to build English Villages in five Nagari (Kelurahan) in 2022. This pilot project was built in Nagari which has tourism potential in order to prepare an independent and competitive community, while at the same time supporting the regional tourism. This training is part of the second year partnership program between the Government of Agam Regency and Jakarta State University. Specifically, this training aims to equip teachers in compiling teaching materials for reading English texts. The program was attended by 20 elementary school teachers around English Villages for three full days face-to-face, from 16-18 June 2023, and involved three lecturers and three students. With the ability to read and develop material, it is hoped that it will help teachers support the English Village program as well as prepare elementary school students to become learning citizens who are able to interact in English in their daily activities. The results of the questionnaire and the program's final reflection showed that this activity was very useful and in accordance with the needs of teachers in improving their ability to develop reading skills material for elementary school students' learning.
PENGUATAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS STAF HOUSEKEEPING UNTUK PELAYANAN WISATAWAN MANCANEGARA Tara Mustikaning Palupi; Ilza Mayuni; Imas Wahyu Agustina; Lasito Lasito
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38022

Abstract

Abstrak: Industri perhotelan di Kota Bukittinggi menghadapi tantangan rendahnya kompetensi komunikasi bahasa Inggris staf housekeeping, terutama dalam penguasaan kosakata, pelafalan, dan kepercayaan diri saat melayani wisatawan mancanegara. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi komunikasi bahasa Inggris staf housekeeping guna meningkatkan kualitas pelayanan hotel. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop dan praktikum berbasis tugas kerja (task-based), meliputi sosialisasi program, pemodelan bahasa, role play, dan simulasi pelayanan housekeeping. Mitra kegiatan adalah Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Kota Bukittinggi dengan jumlah peserta 61 orang dari industri perhotelan dan pendidikan pariwisata. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner persepsi sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi program dilakukan melalui kuesioner pascapelatihan yang mengukur dua aspek utama, yaitu persepsi kebermanfaatan program dan perubahan kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta dalam konteks kerja housekeeping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,61% peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat, sementara 77,05% peserta melaporkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris hingga kategori meningkat–sangat meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan bahasa Inggris kontekstual efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi kerja, khususnya pada staf housekeeping dengan kemampuan awal dasar.Abstract: The hospitality industry in Bukittinggi faces challenges related to limited English communication competence among housekeeping staff, particularly in vocabulary mastery, pronunciation, and confidence when serving international guests. This community service program aimed to strengthen English communication competence of housekeeping staff to improve hotel service quality. The program was conducted through task-based workshops and practical sessions, including socialization of the program, language modelling, role play, and service simulations. The partner institution was BPC PHRI Bukittinggi, involving 61 participants from the hospitality industry and tourism education sector. Evaluation was carried out using perception-based questionnaires administered before and after the training. The program evaluation was conducted using a post-training questionnaire that measured two main aspects: participants’ perceptions of the program’s usefulness and changes in their English communication skills in the housekeeping work context. The evaluation results indicate that 83.61% of participants rated the training as very beneficial, while 77.05% reported an improvement in their English proficiency ranging from improved to highly improved. These findings confirm that contextual English training is effective in enhancing workplace communication competence, particularly among housekeeping staff with basic initial proficiency.