Dian Apriliana Rahmawatie
Bagian Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Students Perceptions on the quality of clinical supervision among the 12 affiliated hospital of Medical Faculty of UNISSULA Rahmawatie, Dian Apriliana; Rahayu, Gandes Retno; Prihatiningsih, Titi Savitri
Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.031 KB) | DOI: 10.30659/sainsmed.v3i2.396

Abstract

Background: Clinical supervision has a vital role in the learning process of undergraduate medical education because it may improve the student’s clinical performance of the students. Supervision is a complex activity and covers wide variety of applications. Medical faculty of Islamic Sultan Agung University has 15 affiliated hospitals for its clinical education. To assure the quality of the clinical program, an evaluation on the quality of clinical program is required. This study was conducted to assess the effectiveness of the clinical supervision among the 12 affiliated hospitals.Design and Methods: This study involved 181 students of clinical internship of the year 2003, 2004 and 2005 of medical faculty of Islamic Sultan Agung University having the clinical rotation at the stage of surgery, obsgyn, pediatrics, internal medicine, ENT, neurology, dermatology and venerology, psychiatry, across the affiliated hospitals. The subject were divided into groups based on the hospital they were placed. Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) adapted in bahasa Indonesia was used. The Descriptive and Kruskal-Wallis test were applied for the data analysis.Results: Means of the effectiveness of clinical supervision for 12 affiliated hospitals ranged from 3.25 to 4.02. Kruskal-Wallis test resulted in the value of Chi-S=13.32 and p=0.27.Conclusion: Over all the clinical supervision for the 12 affiliated hospitals is perceived good and shows no significant difference. However the practice of clinical supervision varies among the hospitals (Sains Medika, 3(2):135-149).
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perhitungan Kebutuhan Kalori dan Penyusunan Menu Makan Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Azizah Hikma Safitri; Nurina Tyagita; Dian Apriliana Rahmawatie; Hesty Wahyuningsih; Eni Widayati; Titiek Sumarawati; Rahmata Almas Sayyida; Taufiqurrachman Taufiqurrachman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.83-92

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat penurunan fungsi suatu jaringan atau organ. Pengaturan kebutuhan kalori harian merupakan faktor pendukung terjadinya penyakit degeneratif. Pengetahuan masyarakat yang kurang terkait pengaturan pola makan menjadi penyebab utama kasus penyakit degeneratif di Indonesia masih tinggi. Tujuan kegiatan edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait perhitungan kalori dan penyusunan menu makan gizi seimbang untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif pada kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Semarang. Metode: memberikan edukasi pengaturan kalori dan evaluasi pengetahuan dengan pre dan post-test. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader PKK sejumlah 33 wanita dan dilaksanakan di kota Semarang. Lembar pertanyaan diberikan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Test dengan p0,05 (p=0,109), namun rerata jumlah jawaban benar pada sesi post-test (28,6 ± 5,1) lebih tinggi dibandingkan dengan sesi pre-test (21,6±12,9). Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan kader PKK Kota Semarang mengenai pengaturan kebutuhan kalori dan penyusunan menu makan gizi seimbang. Degenerative disease is a condition that occurs due to a decrease in the function of a tissue or organ. Regulation of daily calorie needs is a supporting factor for the occurrence of degenerative diseases. Lack of public knowledge related to dietary regulation is the main cause of degenerative disease cases in Indonesia is still high. The purpose of this educational activity is to determine the influence of counseling in increasing knowledge and skills related to proper dietary arrangements to prevent degenerative diseases in Semarang City health cadres. Method: provide education about calorie management and knowledge evaluation with pre and post-test. The target in this activity was PKK cadres totaling 33 women and was carried out in the city of Semarang. Question sheets were given before and after health education and then analyzed using the Wilcoxon Test with p0.05 (p=0.109), but the average number of correct answers in the post-test session (28.6 ± 5.1) was higher than the pre-test session (21.6±12.9). Counseling and mentoring activities are known to still be able to increase participants' knowledge because they found improvements in post-test scores after being given interventions in the form of education about regulating the composition of diet and exercise as an effort to prevent degenerative diseases.
PELATIHAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN KERJA BAGI PEKERJA ROSOK Suparmi Suparmi; Siti Thomas Zulaikhah; Suyani Yuliyanti; Ratnawati Ratnawati; Dian Apriliana Rahmawatie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15238

Abstract

Abstrak: Para pekerja rosok seringkali tidak memperhatikan kesehatannya sendiri karena rendahnya praktek personal hygiene atau sanitasi lingkungan kerja dalam pemilihan sampah. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja bagi tukang rosok di Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk Semarang. Metode PkM meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pelatihan dan praktek, serta pendampingan bagi 39 pekerja rosok. Para pekerja rosok memiliki tingkat pengetahuan tentang personal hygiene yang rendah sehingga berdampak pada rendahnya sikap dan perilaku dalam menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Penyakit yang banyak dikeluhkan oleh para pekerja rosok diantaranya asam lambung, asam urat, batuk, darah tinggi, flu, gatal-gatal, diabetes, dan migrain. Pelatihan dan pemberian alat pelindung diri dapat meningkatkan praktek personal hygiene dan sanitasi lingkungan kerja rosok yang baik masing-masing sebesar 10%, serta penggunaan APD sebesar 100%, sehingga dapat terjaga status kesehatannya. Diperlukan kerjasama lintas sektor baik dari instusi pemerintah, dan berbagai stakeholder sehingga para pekerja rosok merasa diperhatikan dan mendapat kesejahteraan maupun tingkat kesehatan yang memadahi.Abstract: Due to poor personal hygiene or the sanitization of the work environment in garbage selection, garbage scavengers frequently need to pay more attention to their health. Community service (PkM) aims to improve people's hygiene and sanitation in their working environment in Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang. The PkM method includes counselling, health examination, training, practice, and assistance for 39 garbage scavengers. The results show that knowledge about personal hygiene influences garbage scavengers' attitudes and behaviours towards their health and the environment was low. Garbage scavengers frequently complain of gastric acid, uric acid, cough, high blood pressure, influenza, itching, diabetes, and migraines. It is anticipated that training and the provision of self-protection apparatus improved personal hygiene and work hygiene practices by 10%, respectively, and personal protective equipment by 100%, thereby improving their health status. There is a need for cross-sector cooperation from government institutions and various stakeholders for fraudulent employees to experience a sense of well-being and health.
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BAGI GURU TK SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KETRAMPILAN KOLABORASI SEJAK DINI Endang Lestari; Dian Apriliana Rahmawatie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19918

Abstract

Abstrak: Ketrampilan berkolaborasi merupakan ketrampilan wajib yang harus dimiliki oleh masyarakat era 4.0 dan 5.0. Di bidang Kesehatan, Indonesia saat ini mempunyai masalah kesehatan yang semakin kompleks, yang membutuhkan tenaga Kesehatan yang trampil dan mampu bekerjasama antar profesi kesehatan, untuk mengurangi komplikasi dan mencegah kejadian malpraktek. Ketrampilan kolaborasi perlu diajarkan sejak usia dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan guru TK dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kolaboratif. Pengabdian ini menerapkan ceramah dalam kegiatan pelatihan dan praktek penyusunan RPP yang didampingi oleh pengabdi. Subjek pengabdian adalah guru TK se Kecamatan Boja. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah tersusunnya RPP pembelajaran kolaboratif oleh guru guru TK di kecamatan Boja. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan uji pre-post terhadap jumlah RPP pembelajaran kolaboratif yang disusun oleh guru di kecamatan Boja menggunakan uji statistic McNemar. Sebanyak 72 guru mengikuti kegiatan pelatihan. Dari data yang terkumpul diketahui pada pre pelatihan hanya 26 (36,1%) guru yang telah memiliki RPP, setelah pelatihan, sebanyak 58 (80,5%) guru telah berhasil menyusun RPP. Terdapat perbedaan signifikan jumlah guru yang menyusun RPP kolaboratif prepost pelatihan (p<0.001). Pelatihan memberikan dampak peningkatan ketrampilan guru dalam penyusunan RPP kolaboratif yang dibuktikan dengan penambahan jumlah RPP yang dihasilkan oleh guru TK Kecamatan Boja. RPP yang tersusun telah sesuai dengan ketentuan Permendiknas No.41 tahun 2007. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan ketrampilan guru guru untuk menyusun RPP kolaboratif sesuai dengan ketentuan permendiknas.Abstract: Collaboration skills are mandatory skills that must be acquired by society in the 4.0 and 5.0 era. In the health sector, Indonesia currently has increasingly complex health problems, which require skilled health workers who are able to collaborate between health professions, to reduce complications and to prevent malpractice. Considering that, collaboration skills need to be taught from an early age. This community service program aimed to improve the skills of kindergarten teachers in developing lesson plans (RPP) for teaching collaboration at kindergarten. This community service program implemented lectures and training in developing RPPs. The subjects of the community service were kindergarten teachers in Boja District. The indicator of the success of this program was the improvement of teachers’ ability in developing collaboration skill lesson plans. Evaluation of the success was carried out using a pre-post test on the number of collaborative learning lesson plans developed by teachers, implementing McNemar statistical test. A total of 72 teachers took part in the training. From the data collected, it was revealed that at pre-training only 26 (36.1%) teachers had RPPs, after the training, 58 (80.5%) teachers had succeeded in developing RPPs. There was a significant difference in the number of collaboration skill lesson plans produced pre and post training (p<0.001). The increase of numbers of collaboration skill lesson plans produced by teachers was evidence of the improvement and awareness of teachers' skills in developing collaboration skill lesson plans in Boja District. The structure of RPPs developed by teachers was in accordance with the provisions of Permendiknas No.41 of 2007. The training succeeded in improving teachers’ skills in developing lesson plan of teaching collaboration skills.