Rani Nurmayanti
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PUSAT INFORMASI REMAJA SEBAGAI PUSAT INFORMASI GIZI KESEHATAN DI DESA AMPELDENTO Rani Nurmayanti; Maryam Razak; I Dewa Nyoman Supariasa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.169

Abstract

Latar Belakang: Upaya pengembangan kesehatan telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan salah satunya melalui peningkatan promosi kesehatan. Untuk optimalisasi penyebarluasan infromasi kesehatan, salah satu kegiatan yang dapat mendukung upaya pengembangan adalah melalui community support dengan partisipasi remaja sebagai agent of change. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill remaja terkait pola makan sehat, penentuan gizi seimbang, pengukuran antropometri, dan penentuan status gizi bagi relawan Ruang Baca Aqil (RBA) dan remaja Kampung Zentana. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kampung Zentana Desa Ampeldento Karangploso dengan kelompok sasaran 21 remaha yang berasal relawan Ruang Baca Aqil (RBA) dan remaja Kampung Zentana. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian materi dan pelatihan terkait pedoman gizi seimbang, pengukuran antropometri, dan pengolahan makanan dan minuman berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan dilakukan sebanyak 6 kali, diakhiri dengan monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dan pengukuran antropometri mayoritas peserta menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 66.6% dan 100%. Kesimpulan: Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berpotensi untuk meningkatkan pengetahuan dan skill remaja terkait gizi, pengukuran antropometri, dan pengolahan makanan dan minuman berbasis bahan pangan lokal. Sehingga, dapat menjadi salah satu kegiatan penunjang dalam mendukung optimalisasi upaya pengembangan kesehatan masyarakat.
Pengembangan Formula Enteral Rendah Lemak Berbasis Pangan Lokal (Labu Kuning dan Tepung Kedelai) sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Gizi Rumah Sakit Munitya Anjalya Pertiwi; Rani Nurmayanti
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7103

Abstract

Low-fat enteral nutrition is an essential component of hospital nutritional support for patients with fat intolerance, hepatobiliary and pancreatic disorders, and post operative conditions. Nevertheless, standard hospital formulas frequently present limitations in nutritional adequacy, physical properties particularly texture and sensory acceptability. This study aimed to evaluate the effects of varying concentrations of pumpkin flour and soybean flour on the nutritional composition, viscosity, flow rate, and sensory acceptability of a low-fat enteral nutrition formula. A quasi experimental study employing a post-test-only control group design was conducted by comparing a standard hospital formula (F0) with two modified formulations (F1 and F2). The study was performed from October to December 2025 at RSUD Gambiran Kediri and the Integrated Laboratory of Poltekkes Kemenkes Malang. Hedonic testing involved 20 nutrition students using a 4-point hedonic scale. Nutritional composition was calculated based on the Indonesian Food Composition Table. Sensory data were analyzed using the Kruskal Wallis and Mann Whitney U tests, while flow rate was assessed using one-way ANOVA. The findings indicated that the modified formulations significantly increased energy and protein content compared with the standard formula while maintaining low fat levels. Formula F2 exhibited the most favorable physical characteristics, with a flow rate of 5.14 cc/s and a viscosity of 427.5 cP, and achieved the highest acceptance scores for taste and color (p < 0.05). All formulations complied with hospital food service budget standards. Therefore, F2 demonstrates strong potential as a nutritionally adequate and acceptable alternative low-fat enteral formula.