Kristianus Viktor Pantaleon
Pendidikan Matematika, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM PENDAMPINGAN GURU MATEMATIKA SMP DI KOTA RUTENG MANGGARAI NTT UNTUK PERANCANGAN DAN PENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BERBASIS AUGMENTED REALITY Maximus Tamur; Kristianus Viktor Pantaleon; Yudi Wibisono; Ananias Erlita Mamu; Paulus Roldin Ganas; Emilia Stefani Nurung; Ignasius Kevin Rinta; Yosefus Januarisky Berchmans
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27583

Abstract

Abstrak: Penggunaan media berbasis teknologi tinggi seperti Augmented Reality (AR) telah menjadi tren global akhir-akhir ini karena perannya yang dapat memperjelas konsep dan membantu menghadirkan obyek secara nyata. Namun faktanya pengetahuan dan minat para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika kecamatan Langke Rembong masih rendah dalam menggunakan media berbasis teknologi tinggi. Sehubungan dengan itu maka PKM ini bertujuan untuk mendampingi para guru untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam mengembangkan media digital berbasis teknologi imersif agumented reality. Metode yang digunakan adalah melalui workshop selama 2 hari pengembangan perangkat pembelajaran berbasis augmented reality. Mitra penelitian adalah MGMP matematika yang tergabung dalam komunitas Fibonaci. Persepsi para guru diukur dengan menyebarkan angket sebelum dan setelah kegiatan PKM. Dari hasil analisis respon para guru Tingkat pemahaman para guru di atas 94%. Para guru juga menyadari bahwa teknologi membantu mereka dalam pembelajaran, dan mampu meningkatkan meningkatkan kemampuan asbtraksi, representasi, visual, dan spasial siswa (>94%). Selanjutnya para guru berpendapat bahwa potensi penggunaan teknologi kedepannya sangat besar. Hal ini karena penggunaannya yang makin mudah dan manfaatnya yang besar. Namun dukungan dari pemerintah untuk sarpras penunjang teknologi, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi sangat diperlukan agar penerapan media berbasis teknologi tinggi menjadi realistis.Abstract: The use of high technology-based media such as Augmented Reality (AR) has become a global trend lately because of its role that can clarify concepts and help present objects in real life. However, the fact is that the knowledge and interest of teachers who are members of the Langke Rembong sub-district mathematics subject teachers' meeting (MGMP) are still low in using high technology-based media. In connection with that, this PKM aims to assist teachers to improve their understanding and skills in developing digital media based on immersive agumented reality technology. The method used is through a 2-day workshop on developing augmented reality-based learning tools. The research partner is MGMP mathematics who are members of the Fibonaci community. Teachers' perceptions were measured by distributing questionnaires before and after the PKM activities. From the analysis of the teachers' responses, the level of understanding of the teachers was above 94%. The teachers also realized that technology helped them in learning, and was able to improve students' abstraction, representation, visual, and spatial abilities (>94%). Furthermore, the teachers were of the opinion that the potential for using technology in the future is huge. This is because its use is getting easier and the benefits are great. However, support from the government for technology-supporting infrastructure, and cooperation with higher education institutions are needed so that the application of high-tech-based media becomes realistic.
TRANSFORMASI PRAKTIK PEMBELAJARAN MENJADI ARTIKEL ILMIAH: PENDAMPINGAN PENULISAN PTK BAGI GURU KOMUNITAS SIAGA Ferdinandus Ardian Ali; Maximus Tamur; Kristianus Viktor Pantaleon; Kanisius Mandur; Fulgensius Efrem Men; Emilianus Jehadus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42811

Abstract

Abstrak: Keterbatasan guru dalam mendokumentasikan praktik pembelajaran dalam artikel ilmiah menjadi salah satu hambatan dalam penguatan budaya penelitian di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Komunitas SIAGA Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT dalam memahami, merancang, melaksanakan, menganalisis data, serta menulis artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini melibatkan 17 guru mitra dan dilaksanakan secara daring melalui workshop serta pendampingan penulisan PTK. Sebelum kegiatan, peserta mengisi angket untuk memetakan kompetensi awal pada 4 aspek, yaitu pemahaman PTK, perancangan dan pelaksanaan PTK, analisis data PTK, dan penulisan artikel PTK. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif melalui persentase capaian pada setiap aspek kompetensi. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam memahami PTK mencapai 85%, merancang dan melaksanakan PTK mencapai 76%, serta menganalisis data PTK mencapai 80%. Sementara itu, kompetensi menulis artikel PTK mencapai 60%, menunjukkan bahwa kemampuan mentransformasikan hasil praktik dan penelitian kelas ke dalam naskah ilmiah masih menjadi tantangan utama. Keterbatasan terutama terlihat pada kemampuan teknis penulisan akademik dan pengelolaan referensi menggunakan aplikasi seperti Mendeley. Temuan ini menegaskan perlunya keberlanjutan pendampingan PTK yang diarahkan tidak hanya pada aspek metodologis, tetapi juga pada literasi publikasi dan manajemen referensi agar praktik pembelajaran guru dapat terdokumentasi menjadi karya ilmiah yang berkelanjutan.Abstract: Teachers' limited ability to document instructional practices in scholarly articles poses a significant obstacle to fostering a research culture within schools. This community service initiative aimed to enhance the competencies of teachers from the SIAGA Community in Satar Mese District, Manggarai Regency (East Nusa Tenggara), specifically regarding the understanding, design, implementation, data analysis, and article writing associated with Classroom Action Research (CAR). The program involved 17 participating teachers and was conducted online through workshops and guided CAR writing sessions. Prior to the activities, participants completed a questionnaire to assess their baseline competencies across four areas: understanding CAR, designing and implementing CAR, analyzing CAR data, and writing CAR articles. Data were analyzed using descriptive statistics based on the percentage of achievement in each competency area. The results indicated that teacher competence reached 85% for understanding CAR, 76% for designing and implementing CAR, and 80% for analyzing CAR data. However, competence in writing CAR articles stood at 60%, highlighting that transforming classroom practices and research findings into scholarly manuscripts remains a primary challenge. Limitations were particularly evident in technical academic writing skills and reference management using tools such as Mendeley. These findings underscore the need for sustained CAR mentorship that addresses not only methodological aspects but also publication literacy and reference management, ensuring that teachers' instructional practices can be effectively documented as ongoing scholarly work.