Anida Maghfirah
Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KETERAMPILAN HYPNOPARENTING IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PRASEKOLAH PADA ERA DIGITAL Esme Anggeriyane; Mahfuzhah Deswita Puteri; Akhmad Jazuli; Anida Maghfirah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15428

Abstract

Abstrak: Masa Prasekolah merupakan masa yang akan dilewati setiap anak. Berbagai faktor internal dan eksternal anak di era digital dapat mempengaruhi terjadinya resiko penyimpangan perilaku yang dapat terjadi pada anak seperti masalah mental emosional. Hypnoparenting merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan oleh seorang ibu dengan memberikan sugesti positif dalam menghadapi masa tumbuh kembang anak sehingga terbentuk karakter positif kepada anak. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pelatihan keterampilan Hypnoparenting kepada Ibu dalam upaya membentuk karakter anak prasekolah pada era digital. Sasaran kegiatan ini diberikan kepada 20 ibu yang memiliki anak usia prasekolah di TK Ar Raudah Banjarmasin. Metode yang akan digunakan dengan ceramah, demontrasi dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi posttest dengan mempraktikan keterampilan hypnoparenting oleh masing-masing ibu menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) teknik hypnoparenting. Evaluasi keterampilan ibu dalam melakukan hypnoparenting dikategorikan menjadi 3 yaitu baik, cukup dan kurang yang dinilai berdasarkan form penilaian pada komponen komunikasi, tahapan hypnoparenting dan sikap. Pelaksanaan kegiatan evaluasi dibantu oleh masing-masing fasilitator dan pemberian feedback dari keterampilan yang dipraktikan peserta. Antusiasme ibu dan evaluasi akhir keterampilan terbanyak berada pada kategori baik (100%). Abstract: Preschool period is a period that will be passed by every child. Various internal and external factors for children in the digital era can influence the risk of behavioral deviations that can be occur, such as emotional mental problems. Hypnoparenting is one of the interventions that can be given by a mother by giving positive suggestions in dealing with the child's growth and development period so that a positive character is formed in the child. The purpose of this activity was to provide hypnoparenting skills training to mothers in an effort to shape the character of preschoolers in the digital era. The target of this activity was given to 20 mothers who have preschool-aged children at the Ar Raudah Kindergarten, Banjarmasin. The method to be used is lectures, demonstrations from the team and ends with a posttest evaluation by practicing hypnoparenting skills by each mother using the Standard Operating Procedure of hypnoparenting technique. Evaluation of the mother's skills in doing hypnoparenting was categorized into 3, namely good, sufficient and insufficient which were assessed based on the assessment form on the communication component, hypnoparenting stages and attitudes. The implementation of the evaluation activities was assisted by each facilitator and provided feedback on the skills practiced by the participants. Mother's enthusiasm and the final skills evaluation were mostly in the good category (100%).
MANAJEMEN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIAGNOSA PERSALINAN SECTIO CAESAREA Esme Anggeriyane; Anida Maghfirah; Fla Nabila Febiola; Nur Anisa Andini; Sabrina Choirunnisa; Elvira Noviyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27937

Abstract

Abstrak: Masa kehamilan dimulai sejak terjadinya pembuahan hingga proses kelahiran. Meskipun kehamilan disebut sebagai proses alamiah, namun proses kehamilan dapat disertai dengan kondisi patologis yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin sehingga dapat menimbulkan cemas dan khawatir pada ibu hamil, terlebih pada ibu hamil dengan diagnosa persalinan sectio caesarea. Teknik guided imagery adalah salah satu intervensi yang baik untuk ibu hamil dalam memanajemen kecemasan dengan melakukan relaksasi tarik napas dalam kemudian mengajak diri untuk hadir dalam sugesti positif. Kegiatan ini bertujuan agar ibu hamil dapat mengelola kecemasan dan ketenangan emosional guna meningkatkan keterampilan softskill dan hardskill dalam menghadapi kecemasan menjelang persalinan dengan sasaran kegiatan pada 19 ibu hamil di Desa Tatah Belayung Baru Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, praktik serta evaluasi keterampilan mempraktekkan intervensi guided imegery. Penilaian evaluasi keterampilan dengan Standar Operasional Prosedur guided imagery dengan 3 kategori; baik, cukup dan kurang berdasarkan format penilaian observer, tahapan praktik serta sikap. Penilaian kegiatan dilakukan oleh fasilitator yang bertugas dan evaluasi akhir peserta berada pada kategori baik (74%).Abstract: The pregnancy period starts from fertilization until the birth process. Even though pregnancy is said to be a natural process, the pregnancy process can be accompanied by pathological conditions that can endanger the health of the mother and fetus, so it can cause anxiety and worry in pregnant women, especially in pregnant women diagnosed with cesarean section delivery. The Guided Imagery technique is a good intervention for pregnant women in managing anxiety by relaxing, taking deep breaths and then inviting yourself to be present with good suggestions. This activity aims to provide training in anxiety management techniques for pregnant women with the target of the activity being to refer to 19 pregnant women in Tatah Belayung Baru Village, Banjar Regency. The methods used are lectures, interactive discussions, practice, and evaluation of guided imagery intervention skills. The skills evaluation assessment is divided into 3 categories; good, sufficient, and poor based on the observer assessment form, practice stages, and attitudes. The assessment of this activity was assisted by the facilitator and in the final evaluation most of the assessment categories were good (74%).