Pemberdayaaan masyarakat desa merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kemandirian lokal dan kapasitas kewirausahaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan aplikasi SI Apik (Sistem Pencatatan Informasi Keuangan) sebagai alat pendukung pengelolaan keuangan sederhana pada kelompok usaha dodol di Desa Reksonegoro. Melalui pendekatan pengembangan inkubator bisnis, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan kewirausahaan, manajemen produksi, dan literasi keuangan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan intensif, serta evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan SI APIK dalam aktivitas usaha. Hasil kegiatan menunujukkan bahwa penerapan aplikasi SI APIK memberi dampak positif terhadap pencatatan transaksi keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan tidak teratur. Pelaku usaha dodol di Desa Reksonegoro mampu menyusun laporan sederhana mengenai arus kas, laba rugi, dan catatan pengeluaran, sehingga meningkatkan transparansi serta akurasi dalam pengambilan keputusan usaha. Selain itu, inkubator bisnis yang dikembangkan tidak hanya berperan sebagai wadah produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan yang berkelanjutan. Dampak lainnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dalam pengembangan usaha lokal. dengan demikian, implementasi aplikasi SI APIK terbukti efektif mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan pengelolaan keuangan sederhana. Program ini berpotensi direplikasi pada desa lain dengan karakteristik serupa untuk memperluas dampak postifnya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal