Gloria Wariki
Program Studi Pendidikan Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebutuhan Pengembangan Materi Pemberdayaan Ekonomi Petani Cap Tikus Di Desa Malola Kecamatan Kumelembuai Gloria Wariki; Arie Kawulur; Edwin Wantah
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 2 (2023): February - July
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i2.732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi masalahan yang dihadapi petani cap tikus di desa malola kecamatan kumelembuai dan menyusun materi pemberdayaan ekonomi petani cap tikus; Spesifikasi produk yang diharapkan konten materi pelatihan pemberdayaan ekonomi petani cap tikus di desa malola kecamatan kumelembuai;paduan materi pelatihan pemberdayaan ekonomi petani cap tikus di desa malola kecamatan kumelembuai. Produk materi pemberdayaan ekonomi petani cap tikus berhasil disusun dengan proses pengembangan Four D, dengan tahapan identifikasi masalah dan analisis kebutuhan pengembangan, desain prototipe dan materi pemberdayaan ekonomi petani cap tikus, uji coba produk serta revisi produk materi pemberdayaan ekonomi petani cap tikus dengan garis besar materi ciri-ciri, karakteristik dan prinsip-prinsip kewirausahaan; kreativitas dan inovasi berwirausaha; Bagaimana mendapatkan modal usaha; pengelolaan keuangan keluarga dan pemasaran. Uji coba materi pemberdayaan ekonomi petani cap tikus ini di katakan sangat efektif karena bisa dapat dengan mudah dipahami oleh subjek uji coba yaitu pelaku petani cap tikus di Desa Malola Kecamatan Kumelembuai dengan dilihat dari pelaksanaan siklus uji coba produk pengembangan materi pemberdayaan pelaku petani cap tikus yang hanya dilaksanakan 1 kali siklus action research sudah menghasilkan pemahaman dan literasi materi pemberdayaan ekonomi bagi pelaku petani cap tikus. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan model 4-D. Model pengembangan 4-D (Four D) merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya literasi pengelolaan keuangan, literasi manajemen usaha kecil, minimnya literasi akses modal usaha. Hal lainnya yang teridentifikasi adalah ketidakmampuan mereka dalam memasarkan produk cap tikus yang legal.