I Gusti Agung Pradnyadari
Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Heterogenitas dalam Homogenitas: Praktik Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta I Gusti Agung Pradnyadari
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i02.p11

Abstract

Desa Wisata Krebet berkembang sejak tahun 2000. Desa wisata ini bertumpu pada kerajinan batik kayu sebagai daya tarik wisata. Adanya aktivitas pariwisata terbukti mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Krebet. Hal ini menyebabkan industri kerajinan kayu juga ikut berkembang. Perkembangan ini membawa dampak positif terhadap perekonomian setempat. Tidak hanya manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, namun juga adanya kesadaran lingkungan dan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal menjadikan hal ini sangat erat dengan paradigma pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mengarah pada praktik pariwisata yang bertanggung jawab. Pembangunan pariwisata berkelanjutan terdiri dari tiga aspek, yaitu keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya dalam jangka panjang. Penelitian ini ingin mengkaji praktik pariwisata yang diterapkan di Desa Wisata Krebet dengan mengacu pada konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan. Metode deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan dipilih dalam penelitian ini. Proses analisis data terdiri dari tahap pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran, bahwa Krebet lahir dari internal struggle. Ada heterogenitas dalam homogenitas. Ada hubungan memberi dan menerima yang saling menguntungkan. Desa Wisata Krebet telah menerapkan praktik-praktik pariwisata berkelanjutan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan budaya.
Menjembatani Desain Fisik dan Pengalaman Pengunjung: Evaluasi Berbasis Contextual Model of Learning di Museum Daerah Nusa Tenggara Timur Novita Restiati Ina Wea; I Gusti Agung Pradnyadari; Asti Ayuningsih
Progress In Social Development Vol. 7 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v7i2.212

Abstract

Pergeseran paradigma museum menuntut transformasi fasilitas pasif menjadi destinasi edutourism interaktif yang berpusat pada pengunjung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi integrasi desain edukasi dan pengalaman wisata on-site di Museum Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun penting, evaluasi empiris yang mengintegrasikan desain fisik dan pengalaman belajar pengunjung pada konteks museum daerah berbasis potensi lokal masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-induktif yang mengombinasikan analisis elemen fisik, dimensi pengalaman wisatawan, serta disintesis melalui The Contextual Model of Learning, dengan data yang diperoleh dari tiga orang informan serta observasi lapangan yang dilaksanakan pada bulan November Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga kondisi evaluatif utama yaitu: (1) Capaian Optimal pada edukasi luar ruang dan pameran makro karena pelibatan sensorik-motorik; (2) Adaptif Terbatas pada klaster mikro dan etnografi yang menyiasati keterbatasan fisik melalui pemanduan peer-to-peer (human-mediated affordance); serta (3) Celah Fungsional akibat partisipasi media sosial yang sebatas Active Co-Promoter dan alur sirkulasi yang terputus di titik akhir tanpa fasilitas pemulihan fisiologis. Transformasi Museum Daerah NTT memerlukan penyediaan Permanent Hands-On Corner di Zona Etnografi, elevasi peran wisatawan menjadi Digital Co-Curator, serta redesain akhir rute melalui Museum Café-Hub guna memperpanjang dwelling time. Penelitian ini berkontribusi menyediakan kerangka evaluasi holistik berbasis Contextual Model of Learning dalam mengoptimalkan pengalaman edutourism di Museum Daerah Nusa Tenggara Timur.