Pantai Pasir Panjang merupakan destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Barat yang sedang berkembang dicirikan oleh proses erosi dan sedimentasi pantai. Untuk melindungi pantai dari permasalahan tersebut telah dibangun struktur pelindung pantai. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendapatkan karakteristik gelombang signifikan, pasang surut, dan arus; mendapatkan laju erosi dan sedimentasi; dan mengetahui efektivitas bangunan pantai eksisting terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini diawali dengan survei identifikasi kondisi bangunan pantai selanjutnya dilakukan model numerik Delft3D dengan coupling modul flow-morphology dan wave dengan mempertimbangkan dua musim, yaitu muson barat dan muson timur; kondisi tidak ada struktur dan adanya struktur; dan waktu simulasi dari tanggal 17 September hingga 1 Oktober 2022. Berdasarkan hasil simulasi numerik dalam waktu yang relatif singkat, perbedaan perubahan topografi setelah mengerahkan gelombang muson barat deposisi sedimen terjadi di belakang detached breakwater karena transpor sedimen menuju laut terhambat oleh bangunan detached breakwater, sementara itu penumpukan sedimen di sekitaran Groin tidak terlalu signifikan. Sedimen bergerak sepanjang pantai ke arah Barat Daya pada masing-masing struktur tergantung pada perubahan musim arah gelombang lepas pantai. Struktur detached breakwater dan groin terlihat efektif pada saat mengerahkan gelombang muson timur dengan cenderung terjadi keseimbangan pada pantai. Sedangkan setelah mengerahkan gelombang muson barat struktur groin terlihat kurang efektif cenderung terjadi erosi pada pantai dan sedimentasi terjadi di belakang struktur detached breakwater.