Noveri Aisyaroh
Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU REMAJA DALAM MENDUKUNG 8000 HPK DAN MENCEGAH STUNTING Noveri Aisyaroh; Hanifatur Rosyidah; Shinta Dwi Apriliana; Thalita Sabrina Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v5i2.12727

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress sehingga memerlukan layanan kesehatan yang peduli remaja. Posyandu remaja merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Posyandu Remaja juga mendukung 8000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) yang dapat mencegah stunting di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia relatif tinggi, Studi Status Gizi Bayi di Indonesia (SSGBI) 2019, 27,67% dari seluruh balita di Indonesia, terdapat 1489 balita stunting di Kota Semarang sampai Juni 2022. Posyandu remaja di Kelurahan Srondol Wetan sudah terbentuk, namun tidak berjalan karena adanya pandemi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengaktifkan kembali posyandu remaja, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang program posyandu serta gizi pada remaja. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Srondol Wetan dengan sasaran 22 remaja yang berasal dari 18 RW. Bentuk kegiatan yaitu restrukturisasi kader posyandu, pendidikan kesehatan dan pelatihan. Kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar, dimana sebagian remaja 63,6% laki-laki, 68,2% berada pada kategori remaja akhir (18-21 tahun) dan 50% dengan status pelajar. Terdapat peningkatan pengetahuan pre dan post test, dengan rata-rata 9,27 menjadi 10,89. Setelah kegiatan ini berakhir, diharapkan posyandu remaja aktif kembali dan kegiatan berjalan secara rutin dengan dukungan dari puskesmas.