Weni Wendari
UNIVERSITAS SAMAWA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Sindrom Fear of Missing Out (FoMO) pada Digital Natives: Kontribusi Positif Atau Negatif bagi Kualitas Pembelajaran Generasi Z Kartin Aprianti; Weni Wendari
Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran Vol 8, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpm.v8i2.58866

Abstract

Pertumbuhan pengguna media sosial sangatlah signifikan yang dipengaruhi oleh generasi Z. Generasi Z dan media sosial merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Hal inilah yang membuat generasi Z cenderung mengalami kecanduan dalam mengakses internet dan bermedia social. Kecanduan media sosial merupakan gangguan perilaku dalam penggunaan media sosial. Media sosial atau yang dikenal sebagai situs jejaring sosial memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat membentuk ikatan sosial secara virtual, selain itu juga mempresentasikan diri secara berlebihan dan mengarah kepada kecenderungan untuk terus menggunakan media social. Lamanya generasi Z mengakses media sosial yang dilakukan bersama teman atau kelompok sosial menjadi salah satu faktor pemicu Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sindrom Fear of Missing Out (FoMO) pada generasi Z di Kota Bima yang diproksikan melalui media sosial addicted dan perilaku konformitas serta dampak dari fenomena Fear of Missing Out (FoMO) terhadap kualitas pembelajaran generasi Z. Sampel dalam penelitian ini adalah generasi Z yang terhubung dengan media sosial minimal 8 jam sehari. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan pengujian hipotesis dengan uji t dan uji F. Hasil analisis data menunjukkan bahwa fenomena Fear of Missing Out (FoMO) yang diproksikan melalui media sosial addicted dan perilaku konformitas memiliki kontribusi negatif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan kontribusi sebesar 37,5%