Kegiatan pengabdian dilakukan dalam rangka memanfaatkan lahan fasilitas sosial yang belum termanfaatkan dengan secara baik di Wilayah RT 27 Desa Mulung Driyorejo Gresik untuk penanaman tanaman toga dan tanaman lainnya yang memiliki fungsi mengurangi pencemaran udara. Hal ini karena lokasi dampingan berdekatan dengan wilayah perindustrian yang berpeluang besar terjadi pencemaran udara akibat aktivitas perindustrian Pengabdian dilakukan dengan metode pemberdayaan masyarakat sehingga diperlukan keterlibatan aktif kelompok dampingan dalam aktivitas pengabdian yang dilakukan. Melalui metode ini nanti nya masyarakat secara mandiri dalam mengelola hasil tanaman. Bahwa lahan fasilitas sosial yang dikelola dengan baik dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Hasil penanaman toga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti obat kimia serta lingkungan menjadi lebih hijau. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan mampu mempopulerkan kembali obat-obat herbal di Indonesia serta membantu pemerintah dalam menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar. Assistance for Land Use of Social Use Facilities Planting of Family Medicinal Plants in Mulung Driyorejo Village Service activities are carried out in order to utilize land for social facilities that have not been utilized properly in the RT 27 Region of Mulung Driyorejo Gresik Vilage for planting toga plants and other plants that have the fuction of reducing air pollution. This is because the assisted locations are close to industrial areas where there is a high chance of air pollution activities. The service is carried out using the community empowerment method so that the active involvement of the assisted group is required in the community service activities carried out. Through this method, the commubity will be independent in managing crop yields. That land for social facilities that is well managed can benefit the surrounding environment. The result of toga planting can be used as a substitute for chemical drugs and environment becomes greener. Through this service activity, it is hoped that it will be able to re popularize herbal medicines in Indonesia and assist the government in maintaining air quality in the surrounding environment.