Makbul Mubarak Makbul Mubarak
Universitas Multimedia Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muslim Sosial Dalam Dua Film Nurman Hakim Makbul Mubarak
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.804 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v6i1.368

Abstract

Sejak dirilisnya film Al-Kautsar (1975), film bercorak Islam mulai tumbuh subur di Indonesia dengan dipuncaki oleh kejayaan film-film Rhoma Irama yang menggabungkan dakwah Islam dan musik dangdut . Setelah Reformasi 1998 dan pasca bangun kembalinya Industri film Indonesia, film Islam kembali tumbuh dengan dipelopori oleh suksesnya Ayat-Ayat Cinta (2005) di pasaran. Beberapa penelitian terdahulu seperti Terdapat perbedaan corak antara film-film Islam sebelum 1998 dan setelah 1998. Sebelum 1998, film-film dakwah senantiasa menggunakan Islam sebagai alat mencapai kemaslahatan sosial, sementara setelahnya, film-film Islam cenderung individualis. Makalah ini memeriksa kembali dikotomi yang sudah diba- ngun ini dengan mendeteksi jejak-jejak konseptualisasi muslim sosial dalam film-film Islam masa kini Key words : film Islam, film dakwah, pemberdayaan sosial, individualisme, Orde Baru, pasca-Orde Baru/pasca-reformasi.
KEPEREMPUANAN DAN KONSEP KEPAHLAWANAN DALAM FILM 3 NAFAS LIKAS Makbul Mubarak
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 8 No 2 (2015): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.852 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v8i2.467

Abstract

Dengan menggunakan film Tiga Nafas Likas sebagai studi kasus, penelitian ini menelusuri kecenderungan produksi makna mengenai ‘kepahlawanan’ dalam kaitannya dengan ‘keperempuanan’ dalam film-film biopik yang dibuat pasca 1998 di Indonesia. Pada prosesnya, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa meskipun rezim Orde Baru secara de jure telah runtuh, namun imajinasi mengenai pahlawan dan keperempuanan masih sangat dipengaruhi oleh Orde Baru. Keywords: konsep kepahlawanan, keperempuanan, film biopik, Orde Baru, Tiga Nafas Likas