Rizka Felly
Program Studi Arsitektur Universitas Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Penerapan Regenerative Design pada Kampoeng Reklamasi Air Jangkang Bangka Belitung Rizka Felly; Dwi Rizka Zulkia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22556

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber dan deposit mineral logam yang berlimpah di dunia. Salah satunya ialah timah, yang keberadaannya banyak ditemui di Bangka Belitung. Kondisi ini menjadi potensi dalam pilar ekonomi nasional. Namun, dibalik potensi tersebut menyimpan dampak yang tidak baik terhadap lingkungan. Aktivitas pertambangan dengan sistem dan metode open pit mining meninggalkan jejak kerusakan ekologi yang berdampak pada hilangnya ekosistem dan menurunnya kualitas tanah. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengatasi permasalahan ini. Reklamasi menjadi jawaban, namun harus disertai dengan peningkatan fungsi lahan. Regenerative Design membahas mengenai pemulihan lahan yang disertai dengan peningkatan fungsi lahan untuk tujuan berkelanjutan. Regenerative design dibangun atas rasa kesadaran agar manusia dan lingkungan terbangun dapat hidup berdampingan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mencari tahu secara mendalam melalui kegiatan wawancara, observasi, analisis literatur, dan analisis dokumentasi di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. Kemudian dilakukan analisis menggunakan instrumen tiga aspek fundamental desain regeneratif. Berdasarkan hasil analisis, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang telah menerapkan Desain Regeneratif. Namun, perlu adanya peningkatan dan pengayaan terutama pada aspek Designing for Co-Evolution dengan merealisasikan ladang PLTS On Grid dengan kapasitas 10 KWP di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.